5cd2ea5d376fc png 700

Demi momen indah!

Kehilangan sosok yang dicintai, baik manusia atau hewan, adalah salah satu pengalaman tersulit yang akan kita hadapi dalam hidup. Untuk membantu menjaga ingatan agar tetap hidup, banyak dari kita yang suka memiliki benda atau suatu pengingat agar tetap dekat dengan orang yang sudah pergi meninggalkan kita. Tentu benda ini adalah sesuatu yang indah dan bermakna yang berkaitan erat dengan sosok yang sudah pergi tersebut.

Sebuah toko bernama Davenport Memorial Glass secara khusus akan menyediakan pengingat fisik atau benda semacam ini dengan menciptakan potongan-potongan peringatan yang menanamkan sedikit abu dari hewan yang dicintai dengan karya seni kaca yang menakjubkan. Yang paling populer adalah sebuah liontin berbentuk jejak kaki hewan peliharaan. Bentuknya cukup kecil untuk dibawa ke mana pun kalian pergi.

cremation paws pets ashes davenport memorial glass 5 5cd29303467c7 700

"Tujuan kami adalah untuk menangkap momen secara fisik, untuk membuat kenang-kenangan serta membawa kembali kenangan," tulis Davenport di situs web mereka. "Tidak ada yang bisa dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan bersama orang yang kalian cintai, tetapi kami berharap dapat membantu dalam menghargai mereka yang telah pergi dan mengingat waktu berharga yang kalian miliki bersama."

Jika kalian tidak memakamkan hewan kesayangan kalian, maka Davenport menawarkan alternatif yang baik. Kalian hanya perlu mendapatkan sesendok abu kecil dan mengirimkannya ke Davenport melalui pos. Kalian juga bisa mendapatkan liontin jejak kaki, seperti yang digambarkan di bawah ini.

cremation paws pets ashes davenport memorial glass 35

cremation paws pets ashes davenport memorial glass 36

cremation paws pets ashes davenport memorial glass 2 5cd292fa9e74c 700

Cameron Davenport, pria di belakang bisnis ini mengatakan kepada Bored Panda. “Setelah bertahun-tahun berjuang, saya akhirnya mengambil kelas dari seorang seniman dengan nama Phil Siegel. Saat itulah semuanya berubah. Saya mulai lebih fokus pada seni. Saya bekerja lebih keras untuk membuatnya lebih rapi dan tidak dijual asal-asalan," kata Cameron. “Sekitar 10 tahun yang lalu saya kehilangan teman baik. Saya diberi sesendok kecil abunya yang baru saja saya letakkan di rak buku selama beberapa tahun. Suatu hari saya memutuskan untuk membuatnya menjadi marmer. Ada beberapa teman yang berpikir ini adalah ide yang baik dan meminta saya untuk membuatkan mereka beberapa liontin peringatan juga."

Komentar