border 1

Mengatasi pembatasan

 

Sejak pemerintahan Donald Trump ada sebuah pagar pembatas yang berdiri tegak. Pagar tersebut memisahkan Amerika Serikat dengan Meksiko. Namun belum lama ini, pagar pemisah tersebut kini berubah menjadi penghubung meski ia tidak dirobohkan.

Ada beberapa jungkat-jungkit berwarna pink yang menjadikan pagar pemisah tersebut sebagai area bermain. Pasca pemasangan jungkat-jungkit tersebut, muncul sebuah kegembiraan meski terhalang pagar pembatas.

Proyek ini dipimpin oleh seorang arsitek bernama Ronald Rael. Balok-balok baja pada pagar dilonggarkan kemudian diselipkan papan berwarna pink yang berfungsi sebagai jungkat-jungkit seperti yang ada di taman bermain.

Rael tak sendiri. Ia menciptakan jungkat-jungkit tersebut bersama arsitek, Virginia San Fratello. Keduanya merupakan rekan kerja di sebuah perusahaan desain. Keduanya berusaha untuk mengubah makna dari pagar perbatasan.

Dalam postingannya, Rael menuliskan bahwa dinding tersebut menjadi titik tumpu harfiah bagi hubungan AS-Meksiko.

Ide ini telah mereka rancang dari tahun 2009 dan terealisasikan pada 2019. Menurut mereka proyek ini sangat penting saat hubungan antara orang-orang di kedua belah pihak terputus oleh tembok dan politik tembok.

Dalam pemasangan jungkat-jungkit tersebut, Rael dan San Fratello berkolaborsi dengan Colectivo Chopeke, kolektif seniman yang berbasis di Juarez. Dalam proses pemasangan tiga jungkat-jungkit ini didampingi oleh Tentara Meksiko dan agen Patroli Perbatasan AS.

Jungkat-jungkit secara resmi terpasang pada Hari Minggu lalu. Jungkat-jungkit ini nggak cuma bisa dinikmati oleh anak-anak, tapi orang dewasa pun bisa ikutan bermain. Terlepas dari esensi menghibur, tentu jungkat-jungkit ini mampu meruntuhkan keterbatasan dan pembatasan yang sengaja dibuat. 

Dan kini menjadi viral di media sosial. Tentu dampak dari pemasangan jungkat-jungkit ini nggak cuma dialami oleh orang-orang di sekitarnya, namun juga bagi masyarakat dunia. Hal ini membuat kita sadar, apapun yang membatasi bisa diatasi bersama. Dan keterhubungan pun bisa terjadi meski dipolitisasi dengan tembok sekalipun.

Gimana menurut lo?

 

Foto: NPR

Komentar