IMG 2764

Sebuah Ajang Diskusi dan Apresiasi Street Art dalam Merespon Ruang dan Budaya

Kota itu dinamis, walaupun tampak serupa, tapi kota tak pernah sama tiap harinya, bahkan tiap detik. Selalu ada cerita-cerita baru. Selalu ada perspektif-perspektif seru yang bisa kita pakai untuk menggali makna serta nilai darinya. Lalu, melalui seni visual, nilai dan makna itu dikejewantahkan dengan mengusung gaya estetika tertentu.

Lewat gelaran Silent Space para pelaku street art diajak ngariung bersama MUTE, kelompok seniman street yang terdiri dari Bedlam, Noah dan Kumkum. Bekerja sama dengan House the House, Traffic Light dan Wadezig, acara ini digelar di Loubelle Shop pada Sabtu 21 Maret 2015 kemarin. Para pengunjung diajak untuk berdiskusi tentang cara membawa kebaruan dalam seni untuk meregenerasi ruang dan budaya. Tentu, sederetan karya-karya ciamik dari para street artist pun dipamerkan di acara ini.

IMG 2642IMG 2648

IMG 2651 5

IMG 2706

IMG 2747

IMG 2764

Acara pun kian asik dengan pertunjukan musik ambience dari Traffic Light (TRL) dan peluncuran mixtape hasil kolaborasi antara MUTE dan TRL.

O ya, perlu kamu tahu juga, kalau Silent Space ini adalah salah satu rangkaian preevent dari festival street art tingkat internasional yang bakal digelar di Bandung. Street Stage namanya. Sederetan live painting, workshop dan pameran bakal di gelar.

Simak info lebih lanjutnya di www.streetstage.com

 

(foto: Traffic Light) 

Komentar