img 4916

Dari coba-coba, ternyata menenun bikin Sarita Ibnoe jatuh cinta.

Kagum dengan prosesnya

Seni emang nggak bisa dilepasin dari Sarita Ibnoe. Cewek dengan gelar BA of Illustration dari Middlesex University ini udah lama aktif menggambar dan melukis. Di masa-masa jenuhnya, Sarita tiba-tiba tertarik dengan tenun. Berawal dari browsing-browsing di Instagram, ia nemuin berbagai weaver di luar negeri yang membuat tenunan untuk pajangan dinding. Karena penasaran, Sarita langsung beli beginners kit dan nyoba untuk bikin tenunnya sendiri.

Menurut Sarita, proses menenun itu seru banget! Karena kagum dengan prosesnya yang nggak mudah tapi menyenangkan itulah, akhirnya ia mulai mendalami tenun. Dari bikin-bikin pajangan dinding, sampai belajar untuk memakai floor loom, alat tenun untuk membuat kain. Nah, enaknya menenun kain sendiri, Sarita jadi bisa bebas memilih kombinasi warna dan pola-pola yang lebih abstrak.

Karena emang udah dasarnya hidup berkesenian, hasil tenunan Sarita juga nggak beda jauh sama karya-karyanya yang lain. Ada ciri khas yang unik! "Orang-orang sering banget komentar tentang pilihan warnaku yang suram, hahaha. Aku selalu pakai earth tone dan pola yang abstrak. Kayaknya sih karena udah kebiasaan dengan cara melukisku, jadi kebawa juga sewaktu bikin craft," katanya.

 

Menenun dengan tekun

img 4882

Awalnya boleh cuma coba-coba, tapi berkat ketekunannya dalam menenun, kini udah banyak banget produk kreatif yang dihasilkan Sarita. Sekarang, ia bahkan punya brandnya sendiri yang dinamain 'Petang Hari'. "Di Petang Hari, aku menjual kain tenun dan beberapa model pakaian, sepatu, juga pounch dengan kombinasi tenun."

Menghasilkan berbagai macam karya pastinya nggak gampang dan butuh proses yang panjang juga. Menurut Sarita, prosesnya dalam crafting dan bikin karya yang lain tuh beda-beda. Ia mengaku sangat spontan dan tergantung mood banget kalau bikin karya craft. "Kalau aku menenun untuk pesanan dengan deadline, justru jadi agak sulit tuh biasanya, hehe."

Selain bikin karya sendiri, Sarita Ibnoe juga aktif banget mengajar tentang crafting di workshop-workshop. Pesertanya pun beragam, dari yang cuma ikut sesekali sampai yang tadinya belajar bareng Sarita, sekarang udah jadi pengajar workshop juga. Ngomong-ngomong soal workshop crafting, Sarita bilang kadang-kadang ia ngerasain sulit pas mengajar. "Harus sabar banget dan kadang-kadang nerima komentar-komentar yang aneh! Hahaha. Tapi yaaa dengerin dan jawab aja sih segala pertanyaannya."

 

Dunia kreatif yang semakin luas

img 4891

Apa yang lebih menyenangkan dari bisa berkarya sekaligus mencari nafkah dari hal yang kita suka? Hal tersebut juga disyukuri oleh Sarita Ibnoe. Ia merasa dunia kreatif sekarang udah semakin luas, dan kesempatan untuk mendapatkan penghasilan dari berkarya juga semakin banyak. "Aku seneng banget, bisa bekerja dengan cara yang menyenangkan."

Harapan Sarita, makin banyak orang yang bisa menghargai craft serta barang-barang hand-made yang dibuat oleh anak-anak muda Indonesia dan menghargai ketidaksempurnaan dari produk yang dihasilkan. Karena ketidaksempurnaan itu juga bagian dari proses kreatif yang dijalanin. Tul banget!

Buat kamu yang penasaran sama karya-karya lain dari Sarita Ibnoe, bisa langsung mampir ke instagramnya di @saritaibnoe atau intip lebih lanjut di saritaibnue.tumblr.com.

Nah, buat kalian yang suka crafting, pengen dapet hadiah keren dari Exsport? Kalo iya lo harus ikutan #letscreategoodness. Caranya gampang banget, kalian cuma perlu ikutin kuis yang ada di Instagram @provokemagazine.

Komentar