reclaim jakarta artwork by robo wobo image credit to jin panji

Jakarta adalah kota yang dikenal dengan semangat pluralisme dan agama yang bisa berdiri berdampingan

Setelah serangan bom yang terjadi pada bulan Mei lalu di Jakarta Timur, sekelompok seniman lokal Indonesia memutuskan untuk berbuat sesuatu demi ‘merebut’ kembali Jakarta dari ketakutan dan mengembalikannya menjadi kota yang damai, penuh harapan dan bangkit teror yang terjadi. Bekerja sama dengan sebuah inisiatif seni global Micro Galleries, yang akan menggelar sebuah festival seni di Jakarta bulan Oktober (6-29 Oktober), empat seniman Indonesia, Media Legal, Nur Nus, Robowobo, Wacky dan Aryo Dewa Bharata, membuat delapan karya berukuran besar yang memuat pesan bahwa Jakarta tidak takut dan bersatu menolak segala macam aksi terorisme dalam aksi 'Reclaim:Jakarta'.

#Artwork : Nur

reclaim jakarta artwork nur image credit jin panji

#Artwork : Aryo Dewa Bharata

reclaim jakarta artwork aryo dewa bharata image credit jin panji

#Artwork : Robo Wobo

reclaim jakarta artwork by robo wobo image credit to jin panji

#Artwork : Media Legal

reclaim jakarta artwork by media legal image credit to jin panji

Bekerja sama dengan tim lokal Micro Galleries, Kat Roma Greer, Direktur Artistik dari Micro Galleries Global melihat para seniman ini tergerak untuk membuat sesuatu yang mereka mahir dalam membuatnya, dan secara spesifik mereka ingin menciptakan karya yang dapat menyebarkan pesan atas kedamaian, cinta, toleransi dan resistensi atas teror di area yang terkena dampak bom tersebut. Hingga kemudian Kat menghubungi komunitas seni internasional untuk turut serta ikut membantu.

Kat percaya bahwa konsep Reclaim:Jakarta bisa mendapat dukungan melihat betapa pentingnya untuk segera membuat pernyataan atas tindak intoleransi ekstrem yang terjadi di Jakarta belakangan ini, di mana sebetulnya Jakarta adalah kota yang dikenal dengan semangat pluralisme dan agama yang bisa berdiri berdampingan. Karya tersebut sudah terpampang sejak Kamis, 8 Mei 2017 di tembok dan dinding sekitar Pejompongan dekat Senayan, underpass Duku Atas, bypass Pasar Gembrong, dan di jalan Pemuda Rawamangun.

Foto : Jin Panji

Komentar