kutunggu kau renta 2Ada saatnya ketika semua pudar dan tak lagi sama, ada saatnya untuk selalu menunggu sampai tua, mungkin karena kau adalah satu-satunya

 Suatu saat
diksi tentang jingganya senja atau kabutnya fajar mungkin hanya akan menjadi kosakata untuk mengenang

Kelak ketika waktu itu tiba mungkin telah kutemukan uban di ubun-ubunmu atau keriput di pelipis, dahimu atau di mana-mana
Dan pikiranmu akan menjelajah ke masa anak anak
Biar kutemanimu tuk sejenak

Bersama-sama kau dan aku mengingat kita berdebat tentang warna matahari;
Putih atau kuning
Berdua kita melihat kau dan aku berkejaran mengikuti bulan

Kemudian kita terjebak di suatu ruang
Adalah kenangan
Aku mau lama di sana menangkap birunya langit untuk kubingkai dan kupajang di dinding-dinding rumah
Atau mengambil bulan untuk kutempel di langit-langit kamar
Untuk kita lihat jernihnya langit atau beningnya bulan tanpa terhalang oleh gedung-gedung
Yang mungkin jumlahnya sudah sebanyak deretan huruf di buku sajak yang kau kirimkan padaku

Di penghujung waktu, bila mungkin
Kutunggu kau renta
Dan kita akan melupa sekaligus mengingat bersama-sama

Komentar