sebenarnyaTapi cinta terlalu jauh...

Lazuardi tak pernah merekah bahkan di dalamnya
jika tak ada karat sekalipun
seperti simfoni biola tak akan merdu tanpa gesekkan senar-senarnya
tapi lagu-lagu indah itu mati di teluk suara

Aku tak mau memintal hujan
untuk sembabmu yang paling biru
seperti sebuah karangan—tanpa peringatan
upacara-upacara pemujaan tanpa pujian

Di dalammu hanya ada segelintir pertanyaan
tentang sakit yang berkelanjutan dalam nirwana
melahap masa dalam nirmala
meminang malam di pekat sunyi matamu

Aku mengiringi sungai nuranimu
kudapati beberapa racun
tapi yang terdalam di dasarnya—cinta yang amat candu
melelap wangi bunga-bunga di tengah taman yang tandus

Sebenarnya
aku tak ingin—jika saja kau tetap berguguran
meski indah berkilauan
dalam dirimu, aku tak ingin kau menyakiti diri

Seperti apa-apa yang kau sukai
seperti sebagaimana yang kau cintai
tapi sebenarnya—aku tak ingin
jika dirimu menebas lagi luka-luka itu

Tapi cinta begitu jauh
di dalammu—di dadamu
bahkan hanya sanggup mengerti
tanpa harus mengubah yang berarti

Jakarta Di Ujung Pena

Komentar