peluk beta jangan hanya jawa 1

“setelah kau copet kekayaanku, kau tusuk aku punya hati.”

Lorong perkotaan meraung
menjemput mimpi takdir Pertiwi
siapa mau mati? lebih baik lekas pergi
hina kami, semakin kuat terbekali
gas air mata adalah mainan beta

sehabis merdeka kau hina saudara
simbol saja tak menentukan siapa nasionalis!
ah, liurmu adalah najis bagi manusia
mengemis jabatan hanya disalah guna

“setelah kau copet kekayaanku,
kau tusuk aku punya hati.”

biar, kini biarlah kami akan mencari sendiri
manusia yang menerima kami begini
bukan monyet kau cipta pada ucapmu
atau pula hias garis pada seragammu

kami mengadu; ujungnya berbuah peluru
kami meminta; harta malah yang kau sita

bila cinta tak sedikitpun kau punya
biar hati ini panas sejadinya
tanpa kata! kami membara
bila kau cinta, peluklah beta!

tak ragu bila menentang peluru
bahkan sekalipun senjata andalanmu

ingat, ingatlah ini
bila kata-kata berbekal doa
terkutuk kau dengan serapah
mati dalam Indonesia yang kau sebut hanya Jawa!

 

Komentar