kucumbu tubuh indahku is 2019s best indonesian film so far

Garin Nugroho is back, bitches.

 

Garin Nugroho adalah salah satu sutradara yang namanya paling dikenal di jagad perfilman nasional. Garin Nugroho udah bikin film ketika Rihanna masih berumur 2 tahun. Garin Nugroho bikin film-film yang lumayan artsy bagi penonton film-filmnya Amanda Rawless. Kalo lo nggak pernah nonton film-film beliau sebelumnya (atau ngaku pernah nonton Bulan Tertusuk Ilalang tapi sebenernya nggak pernah nonton), that’s okay. Karena bulan ini lo mendapatkan kesempatan untuk nonton, arguably, his best film in years.

Cara terbaik untuk nonton Kucumbu Tubuh Indahku adalah nggak nyari tahu soal filmnya sama sekali dan biarkan filmnya bercerita sendiri dan lo akan ngerasain sensasi seperti ketika ombak menyentuh kaki lo begitu lo sampe di pantai (sedap ya bahasa gue). Dalam tulisan ini gue akan ngasih lima alasan kenapa lo harus nonton film ini as soon as possible:

1

1. It's poetic

2

“Filmnya Garin Nugroho puitis banget” adalah kalimat yang sama dengan “Insta storynya Awkwarin titik semua". We don’t have to mention it. It’s a fact.

Tapi ada sesuatu yang berbeda dengan Kucumbu Tubuh Indahku. Film ini lebih poetic dari film-film Garin Nugroho yang akhir-akhir ini nongol di bioskop. Setiap shotnya kayak ada sentuhan magisnya. Dan ketika shot-shot itu digabung, lengkap dengan musik dari Ramondo Gascaro, kelar sudah perasaan ini. Rasanya
kayak dikoyak-koyak, in the best way possible.

3

2. It’s very sensual in the best way possible

4

Kalo lo homophobic, sebaiknya jangan nonton ini. Mending lo nonton aja Fight Club untuk ke-80 kalinya kemudian lo bunuh diri karena lo baru tahu bahwa Chuck Palahniuk sebenernya gay dan dia bikin Fight Club sebagai commentary atas toxic masculinity.. Tapi kalau lo jenis orang selow dan merasa bahwa sexuality is fluid dan lo percaya bahwa love is love is love is love, lo harus nonton film ini.

Kucumbu Tubuh Indahku jelas bukan film Indonesia pertama yang mengangkat tema LGBT. Tapi mungkin ini film Indonesia pertama (atau beberapa) yang adegan-adegan homoerotic-nya berasa banget. Yang keren, Garin Nugroho nggak membuat adegan-adegan yang standar seperti cowok sama cowok cipokan atau mereka hohohihe. Nggak ada. Yang ada adalah tatapan penuh kesedihan, saling lirik, lingering shots dan lots and lots brooding. Sebenernya judul alternatif film ini adalah Brooding Mania.

Percaya sama gue, ngeliat bagaimana Garin Nugroho nge-blocking adegan, lo akan mendesis, “Plis, cipok, plis cipok. UDAH SIKAT AJA ANJER LAMA BANGET!”

5

3. It’s very well-acted

6

YA TUHANNN… THE ACTING! 

Demi apapun lo akan terpana dengan kemampuan akting para pemain film ini. Dan kerennya, hanya beberapa nama yang mungkin lo familiar. Seperti Sujiwo Tejo dan Randy Pangalila. Even Randy Pangalila yang membuat gue, “Why him?” membuat gue berteriak, “Yes him!” ketika dia muncul. Scene dia sama
Muhammad Khan pas fitting baju pengantin is electric. Lebih bikin deg-degan dari seluruh adegan yang ada di Foxtrot Six.

7

Tapi ya memang film ini sebenernya milik Muhammad Khan dan Raditya Evandra. Yang satu jadi Juno tua, yang satu jadi Juno muda. Dua-duanya memberikan penampilan yang anteng tapi ada isinya. 

Merinding abis.

Oh dan Teuku Rifnu Wikana jadi Bapak Bupati yang naksir Juno is a Game of Thrones plot that I’ve veen waiting for.

8

4. It’s very beautiful

9

Sesungguhnya gue paling benci komentar, “Gambarnya bagus,” untuk menilai sebuah film. Karena ya film nggak cuman gambar aja.

10

That being said, gue bisa bilang bahwa Kucumbu Tubuh Indahku udah merengkuh hati gue sejak shot pertama. Dari shot pertama gue udah, “Wah sabi, Cuy.”

Dan shot-shot berikutnya ternyata tidak mengecewakan gue. Karena tetap indah dan menghipnotis. Trust me, you want the biggest screen possible to experience this kind of beauty.

11

5. It’s very sad

12

Ini bukan spoiler tapi Kucumbu Tubuh Indahku adalah salah satu film yang sangat sedih.

13

Ya sebenernya bukan hal yang baru sih. Seorang Garin Nugroho nggak mungkin bikin film feel-good-movie kayak Pitch Perfect atau Mean Girls. So not his brand.

Tapi seperti yang gue bilang di atas, ada sesuatu dengan kesedihan yang tampil di film-filmnya Garin Nugroho. Nelangsa bahasa puitisnya. Kayak, lo tau ini sedih, dan lo mungkin nangis, tapi lo nggak bisa nggak bilang, “OMG, gue mau Instagraman di sana.”

Dengan background politik Orde Baru yang kental, kekerasan muncul dari awal film sampai akhir film dan tema cinta-ini-tak-akan-bisa-diraih, Kucumbu Tubuh Indahku adalah kesedihan yang harus kita hadapi bersama.

kucumbu tubuh indahku

Kucumbu Tubuh Indahku tayang serentak di seluruh bioskop di Indonesia mulai 18 April 2019

Komentar