tokyo international film festival 2019 part 12

Sebuah film dari Makoto Nagahisa

 

We Are Little Zombies, film panjang pertama Makoto Nagahisa setelah memenangkan Sundance melalui film pendeknya And So We Put Goldfish In The Pool, adalah sebuah letupan emosi yang tiada habisnya dari film dibuka sampai film ditutup. Anehnya, semua letupan itu terjadi dengan empat orang anak-anak yang beranjak remaja yang sama sekali tidak menunjukkan emosi.

3

Hikari (Keita Ninomiya), Ishi (Satoshi Muzuno), Takemura (Mondo Okumura) dan Ikuko (Sena Nakajima) bertemu ketika mereka sedang mengkremasi orang tua mereka. Sebuah pertemuan anak-anak yatim piatu yang sangat absurd, sesuai apa yang ditawarkan Makoto Nagahisa nantinya. Sementara orang tua Hikari meninggal karena kecelakaan, orang tua Ishi meninggal karena insiden kebakaran. Orang tua Takemura sendiri meninggal karena mereka bunuh diri dan orang tua Ikuko meninggal karena tewas dibunuh oleh guru Ikuko yang obsesif terhadap muridnya. Dengan berbagai macam latar belakang ini, Anda akan tahu bahwa ini bukan film biasa.

4

Mereka bertemu, mereka bertukar pikiran dan mereka bercerita. Empat bocah yang baru berumur 12-13-an ini menceritakan apa yang ada di kepala mereka dengan lugas tanpa tedeng aling-aling. Seperti misalnya kenapa Hikari tidak bersedih meskipun orang tuanya sudah meninggal dunia. Atau betapa kejamnya orang tua Takemura. Karakter-karakter dalam We Are Little Zombies mungkin agak nihil. Mereka tidak menunjukkan emosi seperti manusia normal dan meskipun mereka masih bocah, mereka bertingkah laku seolah-olah mereka adalah orang dewasa. Tapi satu yang pasti, sutradara dan penulis film ini memastikan bahwa We Are Little Zombies tidak emotionless.

Mereka berempat kemudian memutuskan untuk menjadi gelandangan setelah mereka tersadar bahwa orang-orang dewasa dalam kehidupan mereka tidak peduli dengan apapun yang mereka lakukan. Mereka berempat kemudian membuat band dengan nama sesuai dengan judul film ini dan tentu saja kepopuleran mereka mengubah segalanya.

1

Ini pertama kalinya saya berkenalan dengan karya Makoto Nagahisa. Dan menyaksikan We Are Little Zombies seperti dibaptis dengan api. Tidak ada yang menyiapkan saya akan film ini. Ini mungkin adalah film yang terlalu aneh untuk bisa dideskripsikan. Film ini mungkin seperti Moonrise Kingdom bertemu Scott Pilgrim vs. The World dengan beberapa part yang seperti ketularan existensial crisis dari Terrence Mallick dan tentu saja dengan musik-musik RPG game. Sebuah pengalaman menonton yang tidak akan terlupakan.

Director of photography Hiroaki Taneda mengimbangi keliaran Makoto Nagahisa dalam bercerita. Visual dari We Are Little Zombies adalah salah satu bagian paling menonjol film ini. Dan hal tersebut hanyalah puncak dari gunung es. Warna-warnanya sangat mencolok mata. Pergerakan kameranya sungguh liar. Dan semakin aneh plot filmnya, visualnya pun mengikuti. Sehingga penonton benar-benar terlibat di dalamnya. Ini belum lagi editor Maho Inamoto yang sangat lincah. Potongan gambarnya membantu penonton untuk merasakan semua rasa yang mungkin tidak dirasakan oleh penontonnya. Impian, mimpi, bayangan, imajinasi, memori, realita semuanya tergambarkan dengan jelas dan nyata. Rasanya sangat aneh tapi mungkin justru itulah poinnya.

2

Musik dari We Are Little Zombies juga sangat dominan. Dan We Are Little Zombies memberikan musik terbaik. Anda mungkin tidak familiar dengan musik yang ditawarkan Mokoto Nagahisa, tapi percayalah dengan sinematografi yang sangat mencolok mata lengkap dengan fashion karakter utamanya yang susah untuk di-ignore, momen musikal dalam We Are Little Zombies terasa seperti hadiah tersendiri.

We Are Little Zombies memang absurd dan aneh. Dengan durasi dua jam, ada beberapa momen yang mungkin terasa kelamaan. Semakin lama film ini meluncur, semakin filosofis dan dalam pula film ini. Yang tentu saja menjadi kejutan karena semua letupan warna, potongan gambar yang begitu cepat dan musik yang gegap gempita ternyata hanyalah sebuah kamuflase untuk mengantarkan penonton ke sebuah pertanyaan yang susah untuk dijawab.

We Are Little Zombies mungkin memang sebuah pil yang susah ditelan. Terlalu banyak rasa yang ditawarkan dalam film ini yang justru mungkin akan membuat banyak penonton bingung mau merasakan apa. Tapi sebagai sebuah tontonan, film ini tidak mudah untuk dilupakan. Dia akan hinggap di kepala penonton untuk waktu yang sangat lama.

littlezombies poster

JAPAN NOW | TOKYO INTERNATIONAL FILM FESTIVAL

Director/Screenplay Makoto Nagahisa| Cast: Keito Ninomiya, Satoshi Mizuno, Mondo Okumura, Sena Nakajima

Komentar