GilaJiwa

5 genre tapi satu cerita. Semua gara-gara SORE.

Kalo sesuai rencana, bulan Februari ini bakal ada satu film Indonesia yang masuk list waton (wajib tonton) nih. Sebuah film eksperimental yang dicetus sama Ria Irawan. Yup, kenapa eksperimental? Soalnya, film ini terdiri dari 5 genre yang berbeda dan masing-masingnya digarap sama sutradara ‘amatir’ tapi orang lama di film. Siapa aja mereka?

Sebut aja Afgan dan Ade Paloh yang udah nggak cuma mengisi beberapa soundtrack film Indonesia, tapi juga pernah berperan di film seperti, Pintu Terlarang, Modus Anomali, Bukan Cinta Biasa, dan Refrain. Terus nama Aming, Julia Perez, dan Ria Irawan yang lebih sering wara-wiri di seni peran. Nah, kali ini mereka bersatu dalam film Gila dan Jiwa, tapi bukan sebagai pemain, melainkan sebagai sutradara.

Afgan lebih milih memegang subplot genre musikal, Aming dengan genre komedi, Julia Peres pada genre action, dan Ade Paloh menukangi genre horor. Sementara Ria Irawan bertindak sebagai sutradara buat genre drama.

Film produksi Firebirds Film ini mengangkat tentang realitas kehidupan remaja masa kini lewat lima karakter remaja yang berusaha mencari jati diri yang mereka dambakan. Bercerita tentang persahabatan antara gelandangan yang dianggap 'gila' dengan anak orang kaya yang merasa kesepian dan punya obsesi jadi filmmaker. Si anak orang kaya kemudian terinspirasi buat bikin sebuah film dari ocehan sang gelandangan yang inspiratif.

Film eksperimental ini dibuat oleh Ria Irawan sebagai bentuk apresiasinya sama industri yang udah menemaninya selama 40 tahun ke belakang. Dari judul filmnya, kalian pasti langsung inget sama lirik lagu Ssst milik Sore. Yup, Ria Irawan ngaku emang terinspirasi oleh lagu tersebut buat bikin skenario film ini.  Lagu ini juga jadi lagu tema buat film Gila dan Jiwa. Sementara subplot di film ini juga terinspirasi dengan lagu SORE lainnya. Subplot horor yang mengambil inspirasi dari lagu “Setengah Lima”, subplot komedi terinspirasi dari lagu “Lihat”, subplot action dari lagu “Karolina”, dan subplot musikal yang menggunakan lagu “Aku” dan “Merintih Perih”.

Belum ada kabar mengenai tanggal pasti film ini bisa kita tonton di bioskop Indonesia. Tapi yang penting dimasukkin list film wajib tonton dulu aja. Ya nggak?

Komentar