IMG 0217

Lemantun borong 3 piala XXI Short Film Festival

XXI Short Film Festival 2015 baru aja selesai digelar pada 18 - 22 Maret 2015 kemarin di Epicentrum XXI Kuningan. Deretan kegiatan dilakukan, mulai dari kompetisi film pendek, workshop, sharing session, dan juga screening berbagai film pendek internasional.

Di tahun ketiganya, sebanyak 651 film pendek mendaftar dan udah dikurasi menjadi 9 finalis kompetisi film pendek fiksi, 6 finalis kompetisi film pendek dokumenter, dan 8 finalis kompetisi film pendek animasi.

Nah, hari Minggu (22/03) kemarin gelaran XXI Short Film Festival 2015 ditutup dengan acara Awarding Night yang mengumumkan para pemenang dari 4 kategori yang diperlombakan. Simak nih!

 

Film Pilihan Juri Official

1. Dokumenter

  • Terbaik : Digdaya Ing Bebaya
  • Special Mention : Iblis Jalanan (Salman Farizi)

2. Animasi

  • Terbaik : Djakarta 00 (Galang Ekaputra Larope)
  • Special Mention : The Demits (Ruben Adriano) Rere

3. Fiksi Naratif

  • Terbaik : Lemantun
  • Special Mention : Onomastika (Loeloe Hendra)

 

Film Pilihan Juri Media

1. Dokumenter : Hari Yang Lain Untuk Bakka' Sendana (N. Priharwanto)

2. Animasi : A Week With Heru (Made Dimas Wirawan)

3. Fiksi Naratif : 05:55 (Tiara Kristiningtyas)

 

Film Pilihan Juri IMPAS (Indonesian Motion Pictures Association)

1. Dokumenter : Digdaya Ing Bebaya (BW Purbanegara)

2. Animasi : Pret (Firman Widyasmara)

3. Fiksi Naratif : Lemantun (Wregas Bhanuteja)

 

Film Pendek Pilihan Penonton : Lemantun

 

Di gelaran XXI Short Film Festival kali ini, Lemantun berhasil memenangkan 3 kategori sekaligus. Film yang merupakan tugas akhir dari Wregas Bhanuteja dan kedua temannya, Nia Sari selaku produser dan Leontius Tito (Director of Photography) di Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta sukses mendapat sambutan meriah dari penonton. Termasuk Joko Anwar yang memuji berat film yang terinspirasi dari kisah nyata sutradaranya.

"I really  really like it. Aktingnya bagus. Direction-nya bagus. Skripnya bagus," kata Joko yang kayaknya juga diamini hampir semua orang yang nonton film tersebut. 

"Film ini jadi terapi buat aku untuk tetep kangen pulang ke rumah. Semoga ini juga bisa jadi terapi buat kalian. Film ini aku apresiasikan buat para filmmaker yang masih percaya dengan apa yang mereka buat dan masih berjuang dari lubuk hati yang paling dalam," jelas Wregas Bhanuteja yang juga pernah membuat film berjudul Lembusura dan berhasil diputer di Festival Film Internasional Berlinale 2015 pada Februari lalu.

Sementara film karya BW Purbanegara, Digdaya Ing Bebaya berhasil meraih dua piala di kategori Film Dokumenter Pilihan Juri IMPAS dan Film Dokumenter Terbaik Pilihan Juri Official. Film yang mengkisahkan tiga nenek tangguh, Mbah Arjo, Mbah Rejo dan Mbah Mardi warga lereng Gunung Merapi yang memilih beradaptasi dengan keadaan daripada harus direlokasi ke sebuah pemukiman baru setelah meletusnya gunung tersebut.

Tahun ini XXI Short Film Festival 2015 juga kembali mengadakan Pitching Forum yakni program bagi para filmmaker pemula buat mempresentasikan ide cerita film pendek mereka. Dari 10 tim terbaik akhirnya dipilh 3 pemenang yang bakal mendapat bantuan dana produksi dari Cinema XXI, dukungan produksi dan pasca produksi oleh SAE Institute Jakarta, dan dukungan dana tambahan dari APROFI (Asosiasi Produser Film Indonesia). Dan pemenang Pitching Forum tahun ini antara lain Project Film Menjelang Siang (Yogya), Humus (Kupang), dan Cinta Itu Kecoa (Jakarta).

Nah, ada bocoran dikit nih tentang cerita Cinta Itu Kecoa. "Sebenernya ini pengalaman personal dari salah satu anggota tim kita yang takut banget sama kecoa. Terus kita twist aja, gimana kalo ternyata orang yang kita cintai menjelma jadi benda yang kita takutin banget," aku Damar dkk yang ternyata adalah mahasiswa Teknik, Institut Teknologi Bandung. Jadi penasaran ya, cerita absurdnya bakal jadi seperti apa?

Oh ya, para pemenang XXI Short Film Festival berhasil mendapat piala, piagam dan juga beasiswa dari SAE Institute Jakarta. Terus film mereka  nantinya juga bakal diputer di seluruh jaringan bioskop Cinema XXI Indonesia. Wih! jadi buruan kalian cek-cek jadwalnya biar  bisa nonton segera deretan film pendek ciamik ini.

 

 

 

Komentar