yakuza

Di antara Yayan “The Raid” yang jadi otaku culun jago tarung, yakuza yang jadi Vampir dan kemunculan karakter manusia gagak serta badut kodok sebagai raja terakhir, film ini menyuguhkan filosofi yang keren!

Kalian yang doyan banget jepang-jepangan--anime atau idol group--pasti udah akrab sama istilah Otaku. Ya, Otaku adalah seorang fanatik. Kalau digambarkan, mereka tampangnya kayak geek. Berkacamata, dan dandanannya culun. Nah, begitulah tokoh Kyoken, yang diperangkan seorang Yayan "Mad Dog”. Kontras sama yang kita bayangkan. Kirain bakal sangar.

Eits, tunggu dulu. Bukan filmnya sutradara legendaris Takeshi Miike kalau nggak ajaib, (Ya, film ini ajaib banget. Dari awal sampe akhir) Di film Yakuza Apocalypse: The Great War of the Underworld, Kyoken emang terlihat culun, tapi dia jago banget silat. Ditakuti. Bahkan Kamiura (Lily Franky), bos Yakuza yang terkenal kuat banget dihabisi nyawanya dalam waktu nggak lebih dari sepuluh menit. Kepalanya dibuat lepas dari badan. Sadis!

Jadi, siapakah Kyoken? Dan mengapa ia malah melawan Yakuza?

yakuza 4

Begini ceritanya. Ada kelompok Yakuza yang menguasai suatu wilayah. Kamiura, si bos Yakuza adalah orang yang sangat kuat. Terbukti, di awal film, diperlihatkan bagaimana dirinya melawan banyak musuh, ditembak dan ditusuk sana-sini, tapi nggak mati. Selain kuat dan tangguh, sang pemimpin ini baik hati. Warga sipil yang ada wilayahnya dijaga banget keberlangsungan hidupnya. Ada yang butuh uang, dia kasih.

Keadaan berlangsung baik-baik saja sampai akhirnya Kyoken dan geng underworld-nya datang menyerang kelompok Yakuza tersebut. Situasi jadi kacau. Cerita dalam film pun jadi ikut-ikutan berubah drastis. Ekspektasi kalau film ini adalah film laga yang penuh ketegangan pun perlu dikubur. Dari yang kental banget sadisnya, penuh darah, jadi penuh canda dan bernuansa surreal.

yakuza 1

Fakta absurd pertama adalah, ternyata si bos Yakuza itu adalah seorang vampir. Celakanya, sebelum benar-benar mati, ia menggigit Kageyama, anak buah kepercayaannya. Sebagai vampir amatir, kebutuhannya akan darah dipenuhinya dengan menyedot darah warga sipil. Akhirnya, warga di lingkungannya pun berubah jadi vampir semua. Pun vampir yang urakan. Perseteruan pun bertambah rumit semenjak ada tiga kubu yang berkonflik, kubu Yakuza biasa, Yakuza vampir dan kubu Underworld-nya Kyoken yang beranggotan makhluk-makhluk ajaib: ada Kappa, anak berpunggung kura-kura namun berparuh yang datang dari mitologi jepang, ada juga manusia berkepala kodok yang memakai jubah badut kodok. Dan siap-siap kaget aja, ternyata si manusia kodok itu adalah raja terakhirnya!

Sejumlah scene kocak yang bikin lo nggak abis pikir sama jalan pikiran sang sutradara pun bertaburan di paruh kedua film. Contohnya aja pacarnya Kageyama yang tiba-tiba ngedukung pacarnya untuk bertarung mempertaruhkan nyawa dengan Kyoken dan memulai pertarungan dengan memukul gong. (entah dari mana gong itu tiba-tiba muncul).

Keajaiban film ini bukan tanpa rencana, sang sutradara emang sengaja pengin menghadirkan film yang mencampuradukan kultur, mitologi, mitos dan genre, sambil tetap menyuarakan kritik terhadap situasi sosial Jepang.

"Bersiaplah. Minggirlah produksi Jepang yang membosankan! Aku ingin melawan keinginan semua orang. Aku akan kembali ke akarku dengan film yang satu ini dan ingin gila-gilaan mengamuk dengan Yakuza Apocalypse. Aku berharap pemain, kru dan bahkan diriku sendiri bisa menyelesaikan film ini hidup-hidup," ucap Takeshi Miike, seperti tertulis dalam press release yang P! terima Senin (29/06) lalu.

yakuza 3

yakuza 5

Yayan dan Pencak Silat Yang Mendunia

satu hal yang perlu kita banggakan adalah kehadiran aktor laga Yayan. Kang Yayan bercerita bahwa untuk bisa bermain di film pertamanya di luar Merantau Film ini, sungguh-sungguh ingin mengenalkan pencak silat, lho. Tapi bukan kepada masyarakat luar negeri, melainkan kepada bangsa kita sendiri.

"Saya ingin memperkenalkan pencak silat melalui film ini, tidak ke bangsa luar, karena bangsa luar itu udah bukan saja mengenal tapi sudah mencintai daripada bangsa sendiri. Hanya saja bangsa kita lebih cinta, lebih bangga dengan produk luar," kata Yayan yang menghabiskan tiga minggu untuk syuting film Yakuza Appocalypse ini.

Yayan 5

Bagi Yayan, Pencak Silat adalah bidang bela diri yang bukan sekadar olahraga saja, melainkan juga olahrasa.

Wah, film absurd nan sadis ini emang penuh filosofi sih. Layak tonton!

Komentar