Setelah malang melintang di berbagai festival film internasional, finally "A Copy Of My Mind" rilis di negeri sendiri.

Nungguin film A Copy of My Mind karya sutradara Joko Anwar tuh butuh kesabaran ekstra luar biasa. Dari berbagai berita dan rumor jadwal tayang yang udah beredar dari tahun 2015 lalu, akhirnya film yang dibintangi Tara Basro dan Chicco Jerikho ini bakalan resmi dirilis mulai tanggal 11 Februari 2016 nanti di bioskop-bioskop Indonesia.

A Copy of My Mind bukan cuma sebuah film drama biasa. Perjalanan Joko Anwar bersama rumah produksi Lo-Fi Flicks dalam membuat film ini udah dimulai dari awal tahun 2014 lalu, di mana mereka berhasil memenangkan pitching di Asian Project Market di Busan, Korea Selatan, dan mendapatkan hadiah sebesar 10.000 dolar atau sekitar 150 juta rupiah. Nah berangkat dari situ, Joko Anwar beserta kru yang seadanya akhirnya menyelesaikan produksi A Copy of My Mind pada Mei 2015.

Berkat ide cerita, kualitas, dan penyampaian makna dari film ini, A Copy of My Mind berhasil melanglang buana ke berbagai festival film internasional yang bergengsi dan mendapatkan apresiasi yang positif. Dari mulai Venice Film Festival, Toronto International Film Festival, Busan Film Festival, dan Rotterdam Film Festival. Di dalam negeri, A copy of My Mind mendapatkan tujuh nominasi di ajang Piala Citra dan memenangkan tiga di antaranya, yaitu Sutradara Terbaik (Joko Anwar), Aktris Pemeran Utama Terbaik (Tara Basro), dan Tata Suara Terbaik.

And finally.... Film keren ini akhirnya bakalan ditayangin juga di bioskop-bioskop tanah air sebentar lagi! Yeay, udah nggak sabar niiih?

Pada acara press screening dan press conference pada 3 Februari 2016, Joko Anwar bersama para pemainnya, Chicco Jerikho, Tara Basro, Maera Panigoro, Paul Agusta, dan Ario Bayu ngebagi sedikit cerita tentang perjalanan mereka dalam membuat A Copy of My Mind.

dsc07278

A Copy of My Mind berkisah tentang seorang perempuan yang kerja di salon kecantikan dan seorang laki-laki pembuat alih bahasa untuk DVD bajakan di Jakarta. Keduanya bertemu secara nggak sengaja, dan akhirnya saling jatuh cinta. Drama abis? Eits, tunggu dulu. Film ini bukan cuma film cinta-cintaan biasa, karena sepasang orang biasa ini justru nggak sengaja harus berurusan dengan dunia politik yang akhirnya mengancam hubungan mereka.

Sama halnya dengan semua film-film seorang Joko Anwar sebelumnya, A Copy of My Mind punya pesan kuat yang pengen disampaikan kepada para penonton. Makanya film ini dibuat seperti time capsule kota Jakarta yang asli dan relevan banget. Dari mulai setting tempatnya, pengambilan gambar dan pencahayaannya yang bener-bener alami dan nggak pake bantuan artificial lighting, sampe-sampe beberapa adegannya dilakuin secara candid atau diem-diem. Jadi, para cameo yang ada di film ini tuh sebelumnya nggak tau kalo mereka lagi direkam dan lagi dalam proses syuting. Keren abis ya?

Produksi A Copy of My Mind juga gerilya banget. Syutingnya cuma memakan waktu 10 hari dan cuma dibantu sama 20 kru aja. Padahal buat sebuah film panjang di Indonesia, biasanya syuting dilakuin selama 3 minggu-3 bulan dan punya kru sampe lebih dari 100 orang. Uniknya lagi, para aktornya juga dikasih kebebasan buat mengeksplor karakter yang dimainin dan nggak dikasih script yang lengkap. Jadi mereka bener-bener banyak improvisasi sendiri.

Nah kalo lo penasaran sama film A Copy of My Mind, jangan lupa nonton mulai tanggal 11 Februari nanti ya. Tapiiiii.... ada tapinya nih. Yang boleh nonton film ini cuma orang-orang yang udah cukup umur ajah. Inget loh! Jangan bandel! Hihi

Btw, tonton dulu nih trailer-nya:

Komentar