marlina

Lo wajib nonton film ini!

Walaupun baru akan resmi tayang di bioskop pada tanggal 16 November 2017 mendatang, film "Marlina the Murderer in Four Acts" udah banyak mendapat sorotan. Lo mungkin juga udah pernah baca berita bahwa film yang dibintangi oleh Marsha Timothy ini udah keliling ke beberapa festival film kelas internasional di antaranya Festival Film Cannes, New Zealand International Film Festival, Toronto International Film Festival, dan Melbourne Film Festival. Banyak banget respon positif yang diberikan orang-orang yang udah nonton film ini.

Nah, Provoke! beruntung banget nih soalnya bisa dikasih kesempatan sebagai salah satu penonton pertama film "Marlina the Murderer in Four Acts" beberapa hari lalu di special screening. P! ngerasain banyak banget hal istimewa dari film ini. Berikut ini adalah beberapa yang paling menonjol dan bisa banget jadi alasan kenapa lo wajib nonton film ini.

1. Ini adalah film "Satay Western" pertama

Film garapan Mouly Surya ini melahirkan satu genre baru di dunia perfilman Indonesia. Genre yang disebut sebagai "Satay Western". Apaan tuh? Jadi, adegan berkuda kayak koboi dan setting tempat di film inilah yang sedikit banyak membuat film ini punya rasa kebarat-baratan tapi tetep rasa Indonesia. Kalo lo penasaran sama apa itu sebenernya film genre "Satay Western", lo harus nonton film ini. Jawabannya ada di sana. Kalo P! jelasin secara gamblang ntar malah jadi spoiler dong.

2. Film tentang penggambaran perempuan dari sutradara perempuan

Banyak yang menyebut ini adalah film feminis asli Indonesia. Film ini menggambarkan posisi perempuan di Indonesia terutama di masyarakat yang masih sangat konvensional. Isu kekerasan seksual yang dialami para perempuan dan bagaimana laki-laki merasa berkuasa akan jelas tergambar di film ini. Lo bakal disadarkan bahwa saat ini masih banyak banget cewek yang ngalamin kekerasan dan menerima perlakuan tidak adil di masyarakat.

3. Akting pemainnya bener-bener maksimal.

Di film ini masing-masing tokoh punya karakter yang kuat. Yang paling menarik tentu aja akting Marsha Timothy yang berperan sebagai Marlina. Dia tidak menunjukkan emosi yang meluap-luap. Wajahnya terlihat sangat datar tapi entah kenapa bisa ngasih chatarsis yang luar biasa. Emosi yang dirasakan Marlina bisa tersampaikan dengan baik tanpa harus akting nangis, marah, atau ngamuk yang berlebihan.

4. Ceritanya sederhana tapi ngena.

Sama kayak judulnya, film ini dibagi jadi empat babak yakni “Robbery”, “The Journey,” “The Confession” dan “The Birth”. Robberry akan menggamabar bagaimana Marlina dirambok dan diperkosa lalu membunuh sang perampok, "the Journey" adalah tentang perjalanan Marlina mencari keadilan. The Confession adalah momen saat Marlina mengadukan semua masalahnya ke pihak berwajib. Yang terakhir adalah "the Birth" adalah momen yang paling mengharukan. Tentang apa? Lo bisa lihat sendiri deh ntar. Hihi. Alur cerita di film ini pokoknya sangat mudah buat diikutin dan nggak belibet. Akan tetapi dari kesederhanaan itu ada banyak banget pesan yang nampar penonton. Film ini bisa dibilang menggambarkan satu lingkaran kehidupan perempuan.

5. Melihat Sumba lewat film ini.

Film ini mengambil lokasi syuting di Sumba pada saat musim kering. Nuansa itulah yang membuat atmosfer koboi di film ini makin kental. Nuansa yang masih tradisional dan jauh dari kata modern akan lo lihat di sini. Didukung lagi sama musik tradisional yang bakal bikin suasana makin ngena. Mungkin setelah ngeliat film ini, lo jadi mupeng liburan ke Sumba.

 

Komentar