lrm_export_20170803_192847.jpg

Mengenal rempah-rempah sekaligus kisahnya bersama Universitas Prasetiya Mulya.

Siapa yang tak kenal kemanjuran rempah-rempah Indonesia untuk bumbu masakan? Dari nasi goreng sampai rendang yang sudah dikenal luas di dunia kuliner internasional, rempah-rempah asli Indonesia memberi aroma dan rasa yang khas pada berbagai jenis masakan.

Namun tak hanya pada masakan, aroma rempah juga dapat terwujud dalam berbagai produk lain, seperti lilin beraroma rempah. Ada lagi berbagai cerita roman sejarah yang menarik dari kekhasan aroma rempah Indonesia. Salah satunya diangkat oleh para mahasiswa S1 Event Prasetiya Mulya, menjadi sebuah acara yang bertajuk “Rempah; Charity Gala Dinner”, di kampus Universitas Prasetiya Mulya-Serpong, 31 Juli 2017.

“Ini adalah titik awal bagi mahasiswa kami memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat. Dalam artian memperkenalkan hasil eksplorasi rempah tidak hanya sebagai bumbu makanan, tapi juga ada beberapa hal misalnya seperti yang diperkenalkan pada event ini para mahasiswa membuat lilin beraroma rempah”, jelas Christina Yosevina, Direktur Program Sarjana Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya di sesi wawancara.

Acara yang diselenggarakan bekerjasama dengan berbagai pihak di industri pariwisata ini juga merupakan hasil dari proses belajar setahun mahasiswa S1 Event Prasetiya Mulya, dari mata kuliah event planning  dan event operations yang kemudian dituangkan dalam proyek nyata, tambah Yosevina.

Kekhasan pembelajaran Prasetiya Mulya adalah bisnis. “Maka anak-anak dikembangkan untuk senantiasa memiliki mindset kewirausahaan. Jadi mereka melihat sesuatu bukan hanya dengan menggunakan saja, tapi misalnya ketika melihat rempah-rempah, mereka harus bisa memproyeksikan apa yang bisa mereka lakukan dengan rempah-rempah itu. Contohnya seperti dibuat dalam acara ini. Mereka menyajikan sebuah galla dinner dengan makanan berbumbu dan souvenir beraroma rempah-rempah, story telling serta segala hiburan terkait dengannya,” jelas Yosevina lagi.

lrm_export_20170803_192744.jpg

Tujuan acara Rempah, Charity Galla Dinner sendiri, menurut Manajer Program Studi S1 Event  Prasetiya Mulya Peni Zulandari, juga untuk mengumpulkan para pemangku kepentingan di dunia pariwisata untuk berbagi gagasan, mencipta berbagai kreativitas untuk memunculkan hal-hal baru pengembangan pariwisata di Indonesia.

“Di acara ini misalnya, para mahasiswa untuk bisa mewujudkan galla dinner ini harus memadukan berbagai stakeholder  dunia pariwisata, seperti arkeolog Kota Tua, panti dan yayasan ketika mereka melakukan social work yang nanti akan menerima hasil penggalangan dana dari acara ini, para profesional event organizer, pelaku industri perhotelan yang pada malam hari ini diwakili Hotel Santika yang biasanya set menu buffet hari ini outset catering, pelaku industri hiburan seperti story teller  dan lain-lain. Berbagai pihak berkepentingan itu sejak proses awal dari event planning hingga akhir terwujud dalam acara ini diserahkan pengorganisirnya oleh para mahasiswa S1 Event,” tambah Peni.

Di sisi lain, Kota Tua, yang merupakan salah satu destinasi penting pariwisata di Jakarta, menurut Manajer Program S1 Hospitality Business Prasetiya Mulya Yudho Hartono, dalam acara itu merupakan hasil dari sebuah kreativitas pengembangan pariwisata.

lrm_export_20170801_105805.jpg

“Pariwisata itu kan intinya bagaimana kreativitas itu bisa dikembangkan. Maka kalau kita bicara soal Kota Tua, apa yang bisa kita kembangkan lebih sekadar berkunjung ke tempat itu secara langsung. Para mahasiswa memilih membuat event hasil eksplorasi Kota Tua ini bukan di sana, tapi di BSD. Ini challenge bagi mereka, bagaimana menghadirkan Kota Tua di tempat lain dengan bantuan teknologi virtual reality misalnya. Intinya bagaimana salah satu destinasi utama di Jakarta ini bisa dikembangkan sebagaimna didorong pemerintah saat ini dan para mahasiswa tertantang untuk mendukung usaha itu,” jelas Yudho.

Tahun 2017 ini Program Studi Pariwisata Prasetiya Mulya memang tengah gencar menggagas program-program studi (prodi) menyambut semangat pemerintah Indonesia mengembangkan industri pariwisata. Terbukti dengan lahirnya sebuah prodi baru, hospitality business, di samping prodi S1 event yang telah berjalan dan diminati berbagai kalangan yang ingin berkecimpung dalam dunia pariwisata

Komentar