ig

Berangkat dari gagasan tentang ragam relasi

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) bersama Bakti Budaya Djarum Foundation meneruskan investasi panjang dalam dukungan fasilitasi ruang presentasi karya seniman muda melalui program Ruang Seni Rupa. Sebagai pembuka rangkaian Ruang Seni Rupa tahun 2019, edisi perdana ini akan menghadirkan karya dari Seniman Pascaterampil 2019 yang telah berproses di PSBK sejak bulan Februari 2019. Fasilitasi akses studio penciptaan, kuratorial dan produksi pameran berlangsung di kompleks art center PSBK selama satu bulan sejak Maret 2019.

Seniman yang terlibat dalam Ruang Seni Rupa ini merupakan sebagian dari peserta Program Seniman Pascaterampil yang telah dipilih untuk mengisi edisi perdana dari rangkaian RSR di tahun 2019. Mereka adalah Candrani Yulis Rohmatullah, Chrisna Bayu Septrianto, Kurniaji Satoto, Miftahuddin, dan Riyanti Wisnu Setyiorini Putri.  Kelima seniman tersebut berasal dari disiplin seni yang berbeda-beda, ada yang dari seni rupa, desain grafis, dan juga pertunjukan (teater). Bagi seniman yang tidak berangkat dari disiplin seni rupa, pameran ini tentu saja menjadi tantangan yang harus mereka jawab, yaitu mewujudkan gagasan mereka dalam medium yang baru. Begitu pula bagi seniman yang berangkat dari disiplin seni rupa, pameran ini merupakan kesempatan untuk bereksplorasi dan berbagi gagasan dengan seniman lintas disiplin.

View this post on Instagram

Ruang Seni Rupa akan dibuka dengan pameran dari teman-teman Seniman Pascaterampil 2019 (SPt) dengan mengangkat tema tentang ragam relasi. Manusia membangun relasi dengan segala hal di sekelilingnya, relasi-relasi tersebut perlu dimaknai dan melalui karya yang akan dipamerkan nanti mereka akan mencoba mencerminkan bentuk relasi yang menurut mereka penting untuk dimaknai. Pameran kali ini bertajuk "Menampal yang Usang, Mengganti yang Pudar". Teman-teman yang akan berpameran kali ini di anataranya adalah: . . 1. Candrani Yulis @candraniyulis 2. Chrisna Banyu @chrisnabanyu 3. Kurniaji Satoto @kurniajisatoto 4. Miftahuddin Palannari @mifta_palannari 5. Riyanti Wisnu @riyantiwsp . . Pameran akan dibuka pada: Sabtu, 13 April 2019 pukul 19.30 WIB Pameran akan berlangsung: 13-30 April 2019 Selasa-Sabtu, pukul 11.00-18.00 WIB Artist Talk: Selasa, 30 April 2019, pukul 15.00-18.00 WIB Kami mengundang masyarakat luas untuk hadir, menikmati, dan memberikan apresiasi kepada seniman yang berpameran. Sampai jumpa 🕺

A post shared by PSBK Official (@psbk_jogja) on

“Menampal Yang Usang, Mengganti Yang Pudar” berangkat dari gagasan tentang ragam relasi. Manusia membangun relasi dengan sesama manusia, dengan alam, dan bahkan dengan sosok dalam pikirannya. Pertemuan dengan kebudayaan, pengetahuan, dan teknologi yang makin beragam serta akses yang terbuka lebar membuka kemungkinan-kemungkinan baru terhadap cara kita menjalin relasi dan memaknai relasi. Negosiasi nilai terus-menerus terjadi dalam berbagai ruang dimana relasi mungkin terjalin.

Pada Ruang Seni Rupa kali ini, para seniman merenungkan kembali gagasan relasi tersebut dalam relasi barunya dengan seniman lain melalui program residensi Seniman Pascaterampil (SPt). Pengalaman proses kolaborasi penciptaan hingga presentasi karya yang dilakukan bersama-sama memunculkan jalinan kompromi ego, toleransi, dukungan, dan keterbukaan. Audiens diajak merenungkan tentang bagaimana cara menjalin relasi,  tujuan, kepentingan, dan proses berlangsungnya sebuah relasi.

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)  

Melanjutkan spirit maestro seni Indonesia Bagong Kussudiardja, PSBK mewujudkan diri sebagai art center dengan misi mendukung pengembangan kreatif seniman dan masyarakat umum untuk terus terhubung pada nilai-nilai seni dan budaya, keberlanjutannya, dan penciptaan nilai-nilai budaya melalui seni. PSBK hadir sebagai laboratorium kreatif, tempat berkumpul, ruang presentasi karya seniman dari berbagai disiplin. PSBK menghadirkan karya seniman-seniman muda, memfasilitasi riset-riset artistik dan pengembangan profesional, dan merancang program-program untuk meningkatkan community engagement dan pengembangan jaringan melalui kesenian.

Komentar