Kesempatan kolaborasi langsung dengan Sean Miyashiro.

 

Mengusung tema #localICEmovement, ICEPERIENCE.ID kembali hadir tahun ini untuk membangun ekosistem musik elektronik. Sejumlah konten udah dipersiapkan, terkasuk kesempatan untuk berkolaborasi dengan Sean Miyashiro, founder dari 88 Rising, sebuah perusahaan mass media yang bermarkas di New York, yang menelurkan musisi asia bertaraf internasional Rich Brian, NIKI, Joji, dan Higher Brothers.

Untuk bisa berkolaborasi dengan Sean Miyashiro, lo bisa ikut Electronic Music Producer Contest (EMPC). EMPC adalah ajang adu kemampuan para produser musik elektronik baik amatir maupun profesional.

Lewat EMPC, Panitia pelaksana EMPC, DJ Miko dan DJ Osvaldo Nugroho, berharap bisa menginspirasi dan meningkatkan kemampuan para produser music amatir dan profesional sehingga bisa melahirkan karya-karya yang mendunia.

Untuk itu, line-up juri ciamik pun udah dipersiapkan. Mereka terdiri dari pakar industri musik seperti DJ Winky Wiryawan, Riri Mestica, DJ Sumantri, Eka Gustiwana, DJ Haji, Fajar Juliawan, Lawrence Philip (SAE Institute Jakarta), serta Sean Miyashiro sendiri selaku CEO dan Founder 88 Rising.

Program ICE 2019 juga menyasar para disc jockey dengan menggelar DJ Battle di dua kota besar yaitu Jakarta dan Bandung. DJ Akhda selaku pelaksana program DJ Battle Jakarta menjelaskan bahwa kompetisi ini bertujuan untuk mencari sosok DJ yang handal memainkan musik dan piawai di berbagai genre.

“Kenapa harus mencari sosok yang seperti itu, karena seseorang baru bisa disebut disc jockey bukan karena bisa meracik musik saja, tapi juga memahami seluk beluk dan perkembangan electronic music hingga sub-genre-nya. Nantinya, pemenang akan mendapat hadiah berupa kesempatan bermain di beberapa negara Asia dengan harapan pemenang DJ Battle mendapat pengalaman dan jaringan yang luas untuk melanjutkan karier bermusiknya,” tutur Akhda.

Selain EMPC dan DJ Battle, ada pula workshop yang diadain di Jakarta dan Bandung. DJ Akhda selaku pelaksana program DJ Battle Jakarta menjelaskan bahwa kompetisi ini bertujuan untuk mencari sosok DJ yang handal memainkan musik dan piawai di berbagai genre.

"Jadi kami akan memberi pemahaman tentang bagaimana DJ itu menjadi sebuah brand bukan hanya sekadar main dan memutar musik saja, tapi juga aspek lainnya seperti me-manage media sosial untuk keperluan publikasi, lalu bagaimana mereka membangun koneksi dengan sekitarnya karena hal tersebut sangat penting,” Akhda menjelaskan. Workshop ini juga menjadi ajang pembekalan bagi para finalis DJ Battle nantinya.

Sebagai pelengkap, ICE 2019 juga menyiapkan program bagi penikmat musik elektronik dengan menggelar beberapa party event di sepanjang tahun 2019 dengan konsep yang akan membuat para partygoers mendapatkan pengalaman yang berbeda dari sisi bonding, indentity, dan engagement dalam setiap party -nya.

Salah satunya adalah ‘kinetICE’ yang akan diadakan di Jakarta pada bulan Oktober 2019 mendatang. Sesuai namanya, music party ini mempunyai konsep yang unik dengan mengkolaborasikan teknologi, orchestra, choir, DJ dan lainnya sehingga partygoers diberikan pengalaman yang tidak pernah didapatkan dimanapun.

Untuk info lebih lanut, cek laman instagram ICEPERIENCE.ID di sini.

Komentar