glenn fredly 00694 Pertama kali nonton upacara bendera di event musik

Nuansa nostalgia tahun 90an di Festival Mesin Waktu 2019 dibalut dengan kemeriahan Hari Kemerdekaan Indonesia ke-74 hari Sabtu, 17 Agustus 2019 lalu di Hall B3 JIEXPO Kemayoran. Festival gelaran Ismaya Live dan Generasi 90an tersebut turut merayakan ulang tahun Indonesia dengan menggelar upacara penaikan bendera merah putih yang membuka rangkaian acara.

Anggota paskibra Jakarta Selatan 2018 dipilih untuk menaikan bendera Indonesia pada tiang bendera yang terletak di samping kiri panggung. Pengunjung yang hadir berbaris dengan rapi layaknya upacara bendera pada umumnya. Mereka dengan penuh semangat menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dengan khidmat mengikuti semua prosesi upacara.

fmw19 1

Sementara itu di area luar, beragam lomba khas 17 Agustus digelar seperti lomba balap karung, lomba makan kerupuk, lomba pensil botol, lomba kelereng, dan lomba bakiak. Mulai dari anak-anak hingga orang tua, para pengunjung bertanding di bawah dekorasi bendera merah putih yang terbentang di Zona Main yang merupakan 1 dari 7 zona yang ada di acara. Para pemenang masing-masing lomba kemudian diberikan sebuah piala di atas panggung oleh duo pembawa acara Reza Chandika dan Nastasha Abigail.

Sebelum penampilan musik di Zona Musik dimulai, Reza dan Nastasha mengajak semua pengunjung untuk melakukan senam SKJ yang dipandu oleh Donne Maulana. Grup Rida Sita Dewi membuka penampilan di Zona Musik. Dengan harmonisasi yang prima, Rida Sita Dewi menyanyikan lagu-lagu andalan mereka dari 3 album yang pernah mereka rilis sepanjang karirnya. “Kami mau menyanyikan karya acapella kami yang kami baru buat,” ucap Rida dari panggung. Ketiganya kemudian menyanyikan lagu “Happy Birthday” dalam rangka ulang tahun Indonesia yang disambut meriah oleh penonton.

fmw19 2

Grup P-Project yang tampil selanjutnya membawakan lagu-lagu andalan mereka termasuk “Antrilah di Loket”, “Hemat”, dan “Ku Ingin Jadi Guru”. Sita kemudian bergabung dengan P-Project saat mereka membawa lagu “Kalau Sempat” yang merupakan parodi dari lagu “A Whole New World”.

Gamaliel, Petra Sihombing, Rendy Pandugo, dan Teddy Adhitya yang tergabung dalam grup 90s Time Warp membawakan lagu-lagu 90an sepanjang setnya mulai dari “I’ll Make Love to You” dari Boyz II Men hingga “Berharap Tak Berpisah” dari Reza Artamevia yang dibawakan dengan versi dangdut koplo. Malam semakin larut namun penonton semakin bersemangat menantikan penampilan Glenn Fredly dan juga Dewa19 bersama Ari Lasso & Dul Jaelani yang menjadi penampil pamungkas dari edisi kedua Festival Mesin Waktu.

Glenn membuka penampilannya dengan membawa bendera merah putih sambil menyanyikan lagu “Zamrud Khatulistiwa” ciptaan Guruh Soekarno Putra. Lagu-lagu seperti “Kasih Putih”, “Cukup Sudah”, “Terserah”, “Akhir Cerita Cinta”, dan “Sekali Ini Saja” membuat  penonton bernyanyi bersama. “Tahun depan saya akan merayakan 25 tahun saya berkarya. Saya berjanji kalian akan melihat sebuah konser yang belum pernah anda lihat sebelumnya,” ucap Glenn menjelang akhir penampilannya. 

fmw19 3

Kemeriahaan Zona Musik ditutup oleh Dewa19 bersama Ari Lasso & Dul Jaelani. “Ini merupakan pertama kalinya Dewa19 tampil di Hari Kemerdekaan Indonesia,” ucap Ari Lasso di sela-sela penampilan yang membawakan lagu-lagu andalan mereka termasuk “Arjuna”, “Kangen”, “Cinta Kan Membawamu”, dan “Kamula Satu-Satunya”. “Kalian lah alasan kenapa Dewa19 akan selalu berkarya sampai selama-lamanya,” ujar Ari Lasso.

Selain Zona Musik dan Zona Main, nostalgia 90an disajikan dengan lengkap di Zona Nonton, Zona Museum, Zona Jajan, Zona Karaoke, dan juga Zona Nyaman selama acara berlangsung. Diantara penayangan sinetron tahun 90an seperti Lupus dan Olga Sepatu Roda di Zona Nonton, sebuah talkshow yang menampilkan Marchella FP, Rachel Amanda, dan Anggia Kharisma bertajuk “Sore Bersama Awan” digelar. Di Zona Main versi digital, berbagai konsol video game seperti PlayStation, Nintendo, Sega hingga mesin ding dong tersedia dan tak pernah sepi akan pengunjung. 

90s time warp 8372

“Kami ingin berterima kasih kepada semua penonton yang hadir di Festival Mesin Waktu 2019 untuk merayakan semua kebahagiaan sederhana khas tahun 90an dan juga ulang tahun Indonesia ke-74 bersama kami di Festival Mesin Waktu 2019,” ujar Sarah Deshita selaku Brand Manager Ismaya Live.

“Senang sekali di edisi kedua Festival Mesin Waktu ini, kami dan Generasi 90an dapat memberikan sebuah festival experience yang lebih meriah dari edisi pertama kami di tahun 2017 melalui 7 zona yang kami tampilkan serta sentuhan khas 17 Agustus mulai dari lomba-lomba sampai upacara bendera,” ujar Sarah. 

Komentar