workshop kids corner tby biennale 2019 gio 13

Penuh kolaborasi menakjubkan.

Kids Corner merupakan salah satu rangkaian program Biennale Jogja XV Equator 5 2019. Melalui ruang Kids Corner, anak-anak dapat bebas berekspresi dengan membuat lokakarya. Untuk mengisi akhir pekan, digelar Lokakarya Anak: Membuat Objek dari Kardus, Minggu, (3/10) di Kids Corner, Taman Budaya Yogyakarta. Lokakarya bersama Bio Andaru ini mengajak anak untuk berkreasi menggunakan kardus bekas dan mengubahnya menjadi karya seni. Karya ini kemudian dipamerkan di ruang Kids Corner Taman Budaya Yogyakarta.

Workshop ini juga memiliki peran masing-masing untuk menunjang imajinasi dan kreativitas anak. Workshop membuat objek dari kardus ini memberikan manfaat bagi anak-anak, terutama untuk melatih kerjasama dalam sebuah tim. Mereka dapat berelasi dengan teman yang lain. Pada lokakarya ini anak-anak diajak membuat sebuah rumah dari bahan kardus, yang kemudian diwarnai dengan cat air. Sebanyak 11 anak turut berpartisipasi mengikuti lokakarya ini.

workshop kids corner tby biennale 2019 gio 8

Kemudian wokshop membuat diorama laut, anak-anak dapat bebas menggambar dan mewarnai dengan tema laut, selanjutnya gambar-gambar tersebut dipamerkan pada dinding Kids Corner. Terdapat juga kegiatan membuat kerajinan dari botol bekas, pada kegiatan ini anak-anak dapat mengolah barang bekas, menjadi sebuah kerajinan yang layak pakai. Menggunakan bahan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan mudah ditemukan, masih berkaitan dengan tema Biennale Jogja 2019 yakni ‘pinggiran’. Bahan yang digunakan di antaranya; kardus bekas, botol bekas, juga bahan alami seperti dedaunan.

Melalui proses membuat karya, anak-anak bebas mencoret gambar-gambar sesuai dengan imajinasi dan keinginannya. Terdapat juga kegiatan mendongeng, dimana anak-anak bebas membawa barang dan perlengkapan sendiri, Diharapkan anak-anak dapat berimajinasi sendiri barang bawaan yang mereka bawa, kemudian merangkainya dengan sebuah cerita. Pada setiap workshop yang diberikan di ruang Kids Corner, anak-anak dapat menikmati suasana yang nyaman dan ceria. Melalui nuansa Kids Corner yang artsy dan lucu, disertai gambar-gambar bermotif monster laut, pop art karya Siam Artista. Sesuai dengan ruang gerak anak yang penuh imajinasi dan bebas berekspresi. Terdapat juga dinding mural agar anak-anak dapat berkreasi dengan gambar.

workshop kids corner tby biennale 2019 gio 7

Selanjutnya masih ada banyak lokakarya yang akan dibuat dengan tujuan memberikan pelajaran dan makna seni kepada anak-anak, juga untuk menumbuhkan rasa percaya diri dengan karya yang dibuat. Lewat adanya workshop, anak-anak dapat merespon kembali karya yang dibuat, satu di antaranya dengan memamerkan karya tersebut.

Lokakarya untuk anak berikutnya adalah lokakarya Ecoprint, Minggu, 10 November 2019. Bersama Rere & Fafa sebagai fasilitator. Jam 15.00 - 17.00 WIB di Kids Corner, TBY. Pendaftaran paling lambat Sabtu, 9 November jam 23.00 WIB. Narahubung: Hindra - 0818260501 (WA)

Pertunjukan Bunyi Kontemporer #NOISEXY

betty apple helutrans biennale 2019 gevi 2

Pertunjukan Bunyi Kontemporer dalam rangkaian Biennale Jogja XV yang diadakan di Bilik Taiwan (Helutrans Art Space) hari Sabtu (2/11) yang bertajuk #NOISEXY menghadirkan Betty Apple, seniman dari Taiwan yang berkolaborasi dengan Cat-Ether (ID) dan Teenage Granny (PH). Pertunjukan #NOISEXY ini dibuka dengan Graea (ID) dengan pertunjukan eksperimental suara.

Betty menggunakan politik tubuh dan performativitas sebagai bingkai kerjanya dan menggambarkan pengalaman hidupnya sebagai seorang milenial yang hidup di konteks poskolonial Taiwan, karya Betty Apple mengapropriasi objek-objek simbolis dari kebudayaan kitsch dan masyarakat konsumer sebagai elemen sound: objek-objek yang diproduksi masal dimaksudkan sebagai erotisisme dan pertunjukan.

betty apple helutrans biennale 2019 gevi 15

Tujuannya adalah untuk mempelajari teks suara yang penuh chaos dan histeris, yang diciptakan dari dalam keluar, terdistorsi oleh gangguan dari manusia dan objek-objek. Selama di Jogja Betty Apple bertemu dengan beberapa seniman perempuan yang masuk dalam skena bunyi dan musik, lalu mengajak mereka membicarakan tubuh dan kisss. Pertunjukan ini adalah perayaan atas perjumpaan-perjumpaan itu.

photo via Biennale Jogja XV

Komentar