whatsapp_image_2019-11-08_at_12.28.56_1.jpegSalah satu cara belajar sains yang menarik: dari sebuah film. 

"The Science Film Festival 2019, organised by the Goethe-Institut, came again this year to Surabaya. “Over 1.000 students from SDN, SMP, dan SMA in Surabaya could enjoy the films, experiments, and German trial lessons at different venues in Surabaya,” tutur Maximilian Harnecker selaku Kepala Bagian Bahasa Wisma Jerman. Di Surabaya sendiri acara diselenggarakan dari tanggal 28 0ktober-8 November 2019 di berbagai tempat. Seperti Wisma Jerman, sekolah PASCH, sekolah-sekolah di Surabaya, Hotel Sahid, dan Universitas Kristen Petra.

Pada Kamis (7/11), closing ceremony dari Science Film Festival 2019 ini baru aja diadakan. Bertempat di Auditorium Universitas Kristen Petra Surabaya, acara ini dihadiri oleh Kepala Bagian Bahasa Wisma Jerman, Bapak Maximilian Harnecker, Kepala Perpustakaan Universitas Kristen Petra, Ibu Dian Wulandari, serta gurU dan siswa—siswi dari 3 Sekolah Dasar negeri di Surabaya. Sekolah-sekolah tersebut adalah SDN Mojo 1, SDN Percobaan, dan SDN Siwalankerto 3.

whatsapp_image_2019-11-08_at_12.28.56.jpeg

Acara penutupan ini berlangsung meriah dengan dihadiri oleh sekitar 600 siswa. Para siswa nampak antusias melihat film The Marble Brothers’ Great Adventure! sebagai film pertama yang diputar. Berisi mengenai petualangan tiga kelereng bersaudara melewati berbagai rintangan dengan menggunakan prinsip pitagora. Para siswa diajak untuk berpikir kreatif dalam menerapkan teori matematika dan fisika.

whatsapp_image_2019-11-08_at_12.28.55.jpeg

Untuk eksperimennya para siswa juga berlomba untuk dipilih mengikuti eksperimen Paku Magnet. Eksperimen ini hanya membutuhkan kawat, baterai, dan paku. Dalam percobaan ini menUnjukkan bahwa aliran listrik dapat mengubah benda logam menjadi medan magnet.

whatsapp_image_2019-11-08_at_12.28.56_1.jpeg

Namun, tak hanya itu, keseruan SFF berlanjut hingga esok. Setiap sesi acara SFF menayangkan sekitar 2 hingga 3 film dan sekitar 2 eksperimen. “Science Film Festival konsisten diadakan karena sebagai wujud kepedulian terhadap pendidikan dalam memperkenalkan sains dengan cara yang menarik dan menyenangkan. Serta adanya keinginan untuk menjangkau lebih banyak pelajar di berbagai wilayah untuk memperkenalkan sains," kata Rebeca Dwi Palupi selaku Program Assistant Wisma Jerman.

whatsapp_image_2019-11-08_at_12.28.57.jpeg

Komentar