opening_film_-_bento_harassment_-_still_image.jpg

Acara bakalan berlangsung pada 6-8 Desember 2019. 

Setelah melanglang ke Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar, kini Japanese Film Festival (JFF) hadir pertama kalinya di Kota Pahlawan, Surabaya. Japanese Film Festival di Indonesia diselenggarakan sejak tahun 2016 oleh Japan Foundation, lembaga nirlaba di bawah pemerintah Jepang yang bergerak di bidang pertukaran budaya internasional.

get_ready_surabaya_ig_post.png

Pada JFF tahun ini, empat belas film terbaru yang rilis pada tahun 2018 hingga 2019 hadir di layar bioskop di lima kota di Indonesia. Tiga belas di antaranya akan hadir di JFF Surabaya. Salah satu film Jepang yang tayang dalam film festival ini adalah film “Bento Harassment”, sebuah film keluarga yang bercerita tentang seorang ibu tunggal yang mencoba berkomunikasi dengan anak perempuannya melalui character bento (bekal makanan dengan bentuk karakter). Film ini merupakan kisah nyata yang diambil dari sebuah blog dan berlatar belakang di Hachijo-jima yang merupakan pulau vulkanik berjarak 287 km dari Tokyo namun masih termasuk prefektur Tokyo.

opening_film_-_bento_harassment_-_still_image.jpg

Japanese Film Festival untuk pertama kalinya juga memutarkan film Indonesia karya sutradara Riri Riza yang berjudul ‘Humba Dreams’. Film dengan latar belakang Pulau Sumba ini ditayangkan perdana di Shanghai International Film Festival Juni 2019 lalu dan mendapatkan respon yang sangat positif. Film ini mendapatkan CJ Entertainment Award di Asian Project Market, Busan International Film Festival pada tahun 2017. Dengan penggambaran latar belakang yang mempesona hingga sorotannya terhadap isu-isu kompleks, ‘Humba Dreams’ menjadi salah satu film yang tidak dapat dilewatkan. Setelah pemutaran film “Humba Dreams”, diadakan pula post talk bersama Bayu Prihantoro (Director of Photography). Kedua film tersebut beserta sebelas film menarik lainnya dapat disaksikan pada Japanese Film Festival 2019 di Surabaya yang akan diselenggarakan pada 6-8 Desember 2019 di GCV Marvell City Surabaya. Nah, untuk tiket nontonnya seharga Rp 20.000 per pemutaran film.

humba_stillphoto_4.jpg

Beragam genre film akan hadir dalam festival ini. Mewakili genre drama romantika akan hadir film “Little Love Song” (Kojiro Hashimoto) yang terinspirasi dari lagu hits karya MONGOL800, dan film “A Banana? At This Time of Night?” (Tetsu Maeda) yang diangkat dari kisah nyata. Disusul film animasi “Children of The Sea” (Ayumu Watanabe) dengan visual dan musik menakjubkan yang akan menarik perhatian. 

we_are_little_zombies_-_still_image.jpg

“Masquerade Hotel” (Masayuki Suzuki) dan “12 Suicidal Teens” (Yukihiko Tsutsumi) mewakili film bergenre misteri dan thriller dari JFF di tahun ini, dengan sejumlah aktor dan aktris kelas atas yang akan menjadi daya tarik tersendiri bagi para penggemar film Jepang. Film “Samurai Shifters” (Isshin Inudo) membawakan cerita sejarah yang menggambarkan Jepang dibalut dengan komedi yang mengocok perut. Kemudian, film “My Dad is a Heel Wrestler” (Kyohei Fujimura) dapat menjadi film pilihan yang cocok untuk disaksikan bersama keluarga. JFF juga membawakan “The Fable” (Kan Eguchi) untuk mereka yang tertarik dengan film penuh aksi.

JFF kali ini menayangkan "We Are Little Zombies”, sebuah film bergenre drama musik garapan Makoto Nagahisa yang memiliki estektik tidak biasa. Film tersebut telah mendapatkan penghargaan World Dramatic Special Jury Award untuk Orisinalitas di Sundance Film Festival, dan telah diputar di Berlin International Film Festival 2019, Buenos Aires International Festival of Independent Cinema 2019, Fantasia Film Festival 2019, dan Sitges – Catalonian International Film Festival 2019. Selain itu, ada pula “Dance with Me” karya Shinobu Yaguchi. Film komedi musikal ini pun telah mendapatkan Audience Award di Toronto Japanese Festival dan Audience Silver Award di Fantasia Film Festival.

jff_-_jadwal_surabaya_-_web.jpg

Selain itu, JFF mendapat kehormatan untuk memutarkan film omnibus bisu “Angel Sign” (Hojo Tsukasa) yang baru dirilis secara resmi di Jepang pada tanggal 15 November 2019. “Angel Sign” merupakan proyek ambisius yang melibatkan berbagai pekerja kreatif dari seluruh dunia untuk berkolaborasi menciptakan maha karya ini. Film ini merupakan sebuah adaptasi dari lima komik yang memenangkan penghargaan dalam ajang kompetisi “Silent Manga Audition” yang dibuat oleh para komikus di seluruh penjuru dunia. Masing-masing adaptasi disutradarai dan dibintangi oleh sutradara serta aktris dan aktor mancanegara, termasuk sutradara Indonesia, Kamila Andini, dan aktor, Teuku Rifnu Wikana, yang bermain bersama aktris muda asal Jepang, Yoshida Mikako, dan artis cilik Abigail.

Komentar