Setelah Myself Scumbag Beyond Life and Death (2007), Memoar Melawan Lupa (2011), dan Jurnal Karat, Karinding Attacks Ujungberung Rebels (2011), plus satu buku fenomenal Tiga Angka Enam (2005), Kimung kembali lagi dengan buku terbarunya Ujung Berung Rebels : Panceg Dina Galur.
 
Buku yang di-support penuh sama temen-temen dari Atap Promotion ini baru aja di luncurkan pada 22 November lalu, di New Majestic, Braga, Bandung. Sehari sebelumnya di tempat yang sama, Kimung sempat mengadakan workshop mengenai aktivitas dokumentasi dan pengarsipan sejarah komunitas. Bukunya yang tebalnya sampe 896 halaman ini isinya menceritakan mulai dari kisah sejarah awal terbentuknya komunitas Ujung Berung Rebels, kutipan kawan-kawan sesama penulis, ditambah lagi ratusan foto, gambar , desain dan ilustrasi dari The Illuminators.
 
“Perjuangan, 6 tahun pikiran saya penuh dengan buku ini, sampe pada akhirnya hari ini bisa di launching. Lega, dan sekarang tinggal teman-teman melanjutkan dan memikirkanya,” ujar pria yang memiliki nama asli Iman Rahman Angga Kusumah, sambil berkelakar. 
 
Acara, launching buku ini juga menghadirkan orang-orang yang membantu Kimung dalam penulisannya, seperti Prof. Dr. Bambang  Sugiharto, Dr. Reiza Deniaputra dan Ebenz (Burgerkill). Dalam talk shownya, mereka berharap buku ini dapat menjadi trigger bagi pelaku komunitas lainnya agar dapat mendokumentasikan, peristiwa-peristiwa dalam media apapun untuk pengarsipan kedepannya.
 
“Mulailah mendokumentasikan kegiatan bermusik kalian, kegiatan berkomunitas kalian,karena nggak ada yang tau dengan arsip-arsip tersebut kedepanya bisa menjadi sesuatu yang besar, dan bermanfaat bagi generassi berikutnya,” ujar Eben, gitaris Burgerkill yang juga sahabat Kimung sejak remaja.
 
Selain workshop dan talk show, acara yang berlangsung dua hari ini juga diisi sama pameran artefak dari  arsip-arsip dan dokumentasi komunitas Ujung Berung dari era 1992 sampai dengan 2013, gokil kan ? Disana, pengunjung bisa liat buku catatan harian Kimung dan Addy Gembel, foto-foto dokumentasi klasik, dan koleksi klipingan dari berbagai macam media. Belum lagi, pernak-pernik macem ID Card, merchandise klasik, artwork metal dan beberapa dummy dan arsip langka dari buku – buku kimung sebelumnya. Selain itu acara launching buku ini makin meriah dengan penampilan dari oleh Restless, Gugat, dan trio gitaris metal Agung (Burgerkill), Akew (Nectura), dan Gan Gan (Forgotten) yang bermain dalam format akustik.
 
Jadi, kalau lo ngerasa true metal fans? Lo, harus baca buku ini, buku yang bercerita tentang A Story Of Heaviest Metal Community In Indonesia. Salut!
 
 
 
 

Komentar