microgalleries

Micro Galleries akan ramaikan Jakarta

 

Setelah membuka pendaftaran selama 6 minggu dan dalam kurun waktu tersebut Micro Galleries dibanjiri oleh sejumlah nama seniman lokal yang ingin terlibat. Nama-nama itu kemudian yang dipersempit menjadi 29 nama seniman Indonesia berbakat yang akan meramaikan festival Micro Galleries Jakarta pada bulan Oktober mendatang.

Artistic Director Micro Galleries, Kat Roma Greer sangat terkesima dengan banyaknya pendaftar yang masuk, “Ini adalah pendaftaran yang sangat sukses, respon dan ide-ide yang ditawarkan sangat mengejutkan. Kami sangat antusias dan gembira melihat kaliber seniman Indonesia, dan semangat mereka dalam membahas isu sosial yang penting juga keinginan mereka dalam mendorong perubahan positif di komunitas lokal. Kami sangat tidak sabar untuk segera mempresentasikan daya kreatif ini kepada dunia.”

Dan para seniman itu yakni, Robin Abramovic, Rizky Akbar, Hana Madness, Atras Alwafi, Ariadne Avkiran, Yuni Bening, Curiousworks, Arum Dayu, Dirareru, Aryo Dewa Bharata, Zena Churchill, Erlend Depine, Agung E Sutrisno, Ekim & Zion, Mim Golub, Tim Fry, Jane Fuller, dan Nurul Hayat/Acil.

Selanjutnya Sukma Hidayat, Demas Kevin, Meena Khalili, Liina Klauss, Iiris-lilja Kousmanen, Denny Kurniadi, Ladies on Wall, Brian Luque-Marcos, Alan Mahirma Lars, Media Legal, Eleanor Mccol, Markhaban Mursyid, Rukii Naraya, Olla at Work, Berniaz Adha Parvajayatri, Vivien Poly, Novrida Pratiwi, Kianoush.

Ramezani, Syams Riadio, Jundi Robbani, Kat Roma Greer, Stephanie Rond, Arut S Batan, Teresa Schebiella, Chuck Scalin, Noah Scalin, Kin Schormans, Hans Peter Schutt, Sarah Sculley, Raj Shammi, Laura Simonsen, Some Designers, Elfira Soraya, Fivick Syafiudin, Bianca Timmerman, Syamsul Wahidin, Gindring Waste, Noel Wilson, Andre Yoga, dan Kury Yusuf/Propagandasmu.

Salah satu seniman lokal Indonesia yang terpilih adalah Hana Madness, seorang pelukis, penulis dan street artist yang memiliki visi yang sama dengan Micro Galleries, membuat karya seni dapat diakses oleh siapa saja,

“Banyak orang yang akan bekerja sama dengan kami di festival ini adalah orang-orang yang tidak memiliki akses untuk pergi ke galeri. Saya senang karena festival yang diadakan Micro Galleries ini memberi saya wadah untuk menghadirkan karya seni kepada orang-orang yang tidak atau belum pernah meliihatnya. Saya harap proyek semacam ini dapat sering diadakan di Indonesia yang dapat membantu para seniman Indonesia untuk menyebarkan karya-karya dan ide mereka ke seluruh dunia”

Micro Galleries bermitra dengan komunitas lokal #belajaran untuk penyelenggaraannya di Jakarta nanti dan festival ini sendiri akan dibuka sejak tanggal 6-8 Oktober dengan acara dan aktivitas yang cukup meriah dan beragam. Seperti projection installations, ruang interaktif, tur bersama seniman dan serangkaian lokakarya.

Kegiatan ini bebas biaya dan terbuka untuk siapa saja, informasi lebih lanjut sila menuju tautan berikut; http://microgalleries.org/events/jakarta/

Micro Galleries Jakarta didukung oleh pemerintah Australia melalui Australia-Indonesia Institute of the Department of Foreign Affairs and Trade, dan Kedutaan Besar Australia di Jakarta.

Komentar