Mega Mendung

Jangan sampe salah sebut jadi Awan Kinton, batik yang satu ini kebanggaan Cirebon!

Adalah Batik MegaMendung yang bakal kita bahas di #SeriKainNusantara kali ini. Dari namanya aja, kita udah lumayan nangkep kalo batik ini bercorak awan. Yup, karena dari asal kata namanya emang Mega berarti awan dan Mendung berarti cuaca yang teduh, sejuk, dan adem.

Batik Megamendung ini adalah batik khas dari Cirebon, walaupun emang sering kita jumpai di kota-kota lain sih ya.Batik ini bermotif seperti sekumpulan awan di langit dengan warna dasar merah dan awan yang berwarna biru dengan tujuh gradasi warna sebagai warna orisinilnya. Ya walaupun sekarang ini udah banyak banget variasi warnanya yang udah dimodifikasi sesuai permintaan pasar. Makanya, jangan keburu kaget kalo nemu batik motif ini yang berwarna pink cerah.

Seperti kain-kain khas Indonesia lainnya, Batik Megamendung juga punya makna dan filosofinya sendiri. Makna dari batik ini ialah bahwa kita sebagai manusia harus bisa meredam amarah dalam situasi apupun supaya hati tetap adem, seperti awan mendung yang mampu meneduhkan hari. Nah, untuk warnanya sendiri, juga ada maknanya loh, yaitu lambang dari seorang pemimpin, sementara awan biru sebagai sifat seorang pemimpin yang harus bisa mengayomi seluruh masyarakat yang dipimpinnya. Seperti yang udah dibilang tadi, warna orisinil motif awan di batik ini adalah biru dengan tujuh gradasi warna. Tujuh gradasi warna ini berarti lapisan langit yang memiliki 7 lapis, begitupun bumi yang tersusun atas 7 lapisan tanah, dan jumlah hari dalam seminggu sebanyak 7 hari. Hmmm, biarpun keliatan sederhana, ternyata dalem juga ya maknanya.

Oh, iya. Motif Megamendung ini juga pernah dipakai untuk cover sebuah buku tentang batik terbitan luar negeri yang berjudul Batik Design, karya seorang berkebangsaan Belanda bernama Pepin van Roojen. Waaah, sebagai anak Indonesia, masa kalah sih? Ayo kapan nih kamu mau berinovasi dengan batik Indonesia?

Komentar