selfshoap.jpg

Wadaaw, gimana tuh bau sabunnya?

Sabun yang biasanya lo pakai buat mandi sehari-hari biasanya udah jelas tuh fungsinya. Buat menghilangkan noda di badan sekaligus memberikan keharuman di kulit lo. Nah, tapi di tangan seniman yang satu ini, sabun yang awalnya buat mandi fungsinya jadi dua kali lipat penuh makna. Adalah Julian Hetzel yang menciptakan sebuah instalasi seni yang mengangkat sabun sebagai objek seninya. Seniman asal Belanda ini bikin sabun yang terbuat dari lemak manusia. Dikutip dari Metro, lemak yang digunakan sebagai bahan dasar dari sabun ini ia dapatkan dari pasien yang udah melakukan liposuction alias sedot lemak. 

self1.jpg

Julian Hetzel memberi nama projek ini dengan Schuldfabrik, tujuan dari projek ini adalah kritik Julian terhadap sikap masyarakat modern yang seringkali merasa bersalah dan punya hutang. Lemak hasil sedot lemak ini disimbolkan sebagai rasa bersalah tersebut, yang kemudian diubah jadi sesuatu yang lebih berguna. Salah satunya adalah sabun. 

"Kami memutuskan untuk menggunakan lemak manusia sebagai material seni ini karena cukup merepresentasikan rasa bersalah. Dan untuk memahami itu semua, apakah ini bisa digunakan sebagai sumber daya? Apakah kita bisa menggunakan rasa bersalah ini sebagai sesuatu yang berguna dan bermanfaat? Dapatkah kita mendapat keuntungan dari rasa bersalah kita sendiri? Bagaimana menghasilkan uang dari rasa bersalah tersebut," ujar Julian, dikutip dari Metro.co.uk

self2.jpg

Pameran instalasi Schuldfabrik ini berlangsung selama acara Adelaide Festival, Australia pada 1-17 Maret 2019 mendatang. Bentukannya nanti seperti pabrik sekaligus toko pop-up yang bisa lo lihat langsung proses produksi sampai jadi sabun. Lo juga bisa mencoba menggunakan sabun berbahan lemak manusia itu buat cuci tangan. Kalau mau beli, lo juga bisa langsung beli di situ tuh. Dalam pembuatan instalasi seni ini, Julian bekerja sama dengan dokter bedah plastik asal Belanda.

"Sabun ini sebenernya 100 persen bukan dari lemak manusia. Namun kami berkolaborasi dengan produsen sabun, mereka menyarankan untuk mencampurkan berbagai jenis lemak dan minyak agar kualitas sabun bisa lebih baik," ujar Julian, dikutip dari ABC.NET.AU. 

Selama proses pembuatan sabun ini, Julian mengalami beberapa masalah seperti keamanan serta kebersihan dalam penggunaan sabun berlemak manusia tersebut. Apakah secara hukum legal dan secara etika itu boleh dilakukan. "Kami berkolaborasi dengan institut kebersihan dan mereka memberikan saran bagaimana membuat bahan lemak manusia tersebut menjadi murni dan netral. Kami harus memastikan tidak ada bakteri atau virus di dalam lemak tersebut, jadi kami harus mengolah agar temperaturnya sangat tinggi dengan waktu tertentu sehingga virusnya dapat hilang," imbuh Julian. 

self3.jpg

Selain itu, di tempat instalasi pameran tersebut Julian juga menawarkan dan meyakinkan pengunjung buat menyumbangkan lemaknya untuk disedot. Dari donasi sedot lemak tersebut, ia bisa menghasilkan sebanyak 300 kg sabun sampai saat ini. Sabun buatan Julian yang diberi nama SELF ini dijual juga untuk umum dengan harga USD 32 atau sekitar 464 ribu. Seluruh hasil penjualan sabun ini akan disumbangkan untuk pembangunan saluran air di Republik Congo. Mulia banget!

Komentar