Bunuh diri dengan gantung diri.

Scott Dozier, salah satu terpidana mati di Amerika yang memilih untuk mengakhiri hidupnya sebelum waktu eksekusi matinya tiba. Dilansir dari Daily Beast, Dozier ditemukan tewas gantung diri di ventilasi udara menggunakan seprai. Ia diduga bunuh diri akibat frustrasi waktu eksekusi matinya terus ditunda.

Scott Raymond Dozier adalah seorang pembunuh Amerika yang didakwa hukuman mati di Nevada. Hal tersebut hukuman untuk pembunuhan tahun 2002 atas Jeremiah Miller (22), yang merupakan salah satu rekan obat terlarang Dozier. Dia akan menjadi narapidana pertama yang dieksekusi oleh negara bagian Nevada dalam lebih dari satu dekade, tetapi melakukan bunuh diri di penjara  pada 5 Desember 2019.

“Staf yang menanggapi langsung membuat pemberitahuan kepada staf medis dan berusaha untuk memberikan perawatan medis darurat sampai bantuan tiba. Dozier dinyatakan meninggal sekitar pukul 4:35 siang. oleh staf medis darurat di tempat kejadian,” tulis Departemen Pemasyarakatan Amerika Serikat.

Dozier dinyatakan bersalah pada 2007 atas pembunuhan terhadap Jeremiah Miller. Potongan tubuh Miller ditemukan di Las Vegas. Setelah itu, ia divonis hukuman mati. Meski begitu, Dozier enggan mengajukan banding. Bahkan, ia sempat berbicara kepada media agar hukuman matinya dipercepat.

“Kehidupan di penjara bukan kehidupan. Ini tidak hidup, sobat. Itu hanya bertahan hidup. Jika masyarkat mengatakan mereka akan membunuhku, lakukanlah," kata Dozier pada Las Vegas Journal-Review pada saat itu.

Sebenarnya eksekusi mati Dozier dengan suntik mati seharusnya dijadwalkan pada Juli 2018 lalu. Namun, eksekusi mati tersebut dibatalkan beberapa jam sebelum dimulai. Produsen obat Alvogen meminta eksekusi tersebut dibatalkan karena obat penenang yang akan digunakan didapatkan melalui pihak ketiga dan tanpa mengungkapkan obat tersebut bakal digunakan dalam eksekusi mati.

Komentar