Para ilmuwan ikutan bingung.

Seekor paus bungkuk ditemukan mati di hutan Amazon, sekitar 15 meter dari laut dan masuk ke hutan bakau. Penemuan paus sepanjang 11 meter tersebut pertama kali dipulikasikan lewat unggahan media sosial dari kelompok ahli biologi dari institut Bicho D’água.

View this post on Instagram

A baleia jubarte encalhada em Soure, ilha de Marajó, era um filhote de cerca de um ano de idade e 8 m de comprimento. A carcaça foi encontrada a mais ou menos 15 m da praia. Devido às macromarés, comuns na Costa Norte do Brasil, é totalmente compreensível que uma carcaça vá parar dentro do manguezal. Não é um animal adulto, nem tão grande como parece nas imagens. #bichodagua #biodiversidade #amazonia #icmbio #resexsoure #biodiversidade #biodiversity #ong #amazonia #amazonforest #amazonriver #humpback #humpbackwhale #baleiajubarte #preserveanatureza #bichodagua #icmbio #semmasoure #activism #ativismo #planeteatrh #planetaterra #savethewhales #salveasbaleias #rainforests #marinemammals #mamiferosaquaticos

A post shared by Bicho D'água (@bicho_dagua) on

"Kami masih belum yakin bagaimana paus tersebut bisa mendarat di sini, namun kami menduga bahwa makhluk ini mengambang dekat pantai dan air pasang yang cukup besar beberapa hari terakhir menyeretnya dan melemparnya ke daratan, ke dalam hutam bakau," jelas Renata Emin, seorang ahli kelautan.

Paus tersebut diduga baru berusia 12 bulan dan terpisah dari induknya. Selain itu, para ahli juga menduga bahwa paus tersebut memakan plastik di laut sebelum akhirnya terseret ombak.

Walaupun demikian, Emin juga menjelaskan bahwa para ahli masih belum yakin mengapa paus bungkuk berada di Brazil di bulan Februari. "Kami masih mencari tahu apa yang dilakukan paus bungkuk di pantai utara Brazil di bulan Februari, karena peristiwa ini adalah kejadian yang sangat tidak biasa," lanjutnya.

Komentar