Bukan prank.

Seorang nenek asal Skotlandia, Moira Boxall, kembali dari perjalanan ke Australia dan menemukan seekor ular meringkuk di dalam sepatu di kopernya. Dilansir dari Sky News, reptil itu ikut ke dalam penerbangan sejauh 9.000 mil dari Queensland ke Glasgow. Ular itu juga mulai berganti kulit dan menanggalkan kulit lamanya di dalam sepatu.

Paul Airlie, menantu Boxall, mengatakan kepada penyiar Australia ABC News bahwa nenek itu awalnya mengira makhluk itu adalah mainan yang diletakkan di kopernya sebagai prank. Setelah menyadari bahwa ular itu nyata, ia menutupi sepatu itu dengan sebuah kotak dan memanggil Airlie dan langsung menghubungi SPCA Skotlandia.

“Saya menanggapi telepon dari seorang wanita yang baru saja kembali dari liburan dari Australia dan menemukan seekor ular kecil di dalam sepatunya di dalam kopernya. Ketika saya tiba, ular itu telah diamankan oleh penelepon, jadi saya dengan aman mengeluarkan ular itu dari properti,” kata Taylor Johnstone, petugas penyelamat hewan SPCA Skotlandia.

SPCA kemudian mengidentifikasi ular itu sebagai ular piton yang tidak berbisa. Hewan berdarah dingin tersebut sekarang dalam karantina di Edinburgh. Boxall tampaknya tidak ingin kembali ke Australia setelah kejadianitu, kata menantunya.

Ini bukan pertama kalinya ular mencoba untuk menerbangkan pesawat. Sebuah studi oleh para ilmuwan dari Queensland Unviersity menemukan ular pohon coklat, yang menghancurkan populasi burung di Guam, melakukan perjalanan ke pulau Pasifik dengan menumpang di pesawat militer selama Perang Dunia II.

Selain itu, pada tahun 2018 seorang pria mencoba menyelundupkan seekor piton ke penerbangan yang menuju Barbados dari Miami. Ia menyembunyikannya di dalam hard drive komputer.

Komentar