Kurang-kurangin deh!

 

Kalo lo ngerasa bahwa lo udah ngabisin waktu terlalu banyak di media sosial, lo mungkin harus mulai kurang-kurangin medsosan deh! Soalnya media sosial mungkin punya pengaruh buruk untuk kesehatan mental lo.

Hal ini dibuktikan lewat sebuah penelitian yang dilakukan oleh Sujarwoto Sujarwoto, Gindo Tampubolon dan Adi Cilik Pierewan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa tingginya tingkat ketidaksetaraan yang banyak ditemukan di sosial media menimbulkan rasa iri hati dan kebencian pengguna media sosial ketika melihat unggahan bahagia dan gambaran positif kehidupan orang lain.

Dengan pertumbuhan ekonomi yang pesat, Indonesia punya tingkat ketidaksetaraan yang terus meningkat tinggi sejak tahun 2000. Hal ini menimbulkan peningkatan kelas konsumen yang kontras dengan penduduk Indonesia yang berpendidikan rendah atau sulit mendapat pekerjaan.

Selain itu, demokrasi Indonesia juga ternyata punya pengaruh buruk di media sosial Indonesia. Berita tentang kegagalan-kegagalan pemerintah, korupsi, konflik, kemiskinan dan kriminalitas yang banyak tersebar di media sosial setiap hari bikin kesehatan mental penduduk indonesia memburuk.


Indonesia emang terkenal sebagai konsumen media sosial. Saat ini, ada 54 juta pengguna Facebook di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara pengguna Facebook terbesar keempat di dunia. Sementara itu, Indonesia juga berhasil menduduki posisi kelima pengguna Twitter terbesar di dunia dengan 22 juta pengguna.

Di saat yang bersamaan masalah mental juga terus menjadi isu kesehatan di Indonesia. Pada tahun 2018 tercatat ada sekitar 11.8 juta penderita penyakit mental di negara ini.

Karenanya, para peneliti menganjurkan penggunaan media sosial daring secara bijak. Hal tersebut perlu dilakukan untuk menghindari peningkatan masalah kesehatan mental yang dipicu penggunaan media sosial secara berlebihan di Indonesia.

Komentar