festival seni 2019

Rangkaian acara dari Bandung Design Biennale 2019, Festival seni kali ini mengambil tema dari sampah

Dengan tema “Uwuh Art” NEMov Foundation bekerjasama dengan karang taruna desa Cihideung untuk menyelenggarakan kegiatan ini. Beranjak dari kata uwuh yang dalam bahasa jawa artinya sampah, uwuh sendiri diambil dari minuman khas jawa “wedang uwuh” yang artinya minuman sampah. Dianggap uwuh atau sampah karena bahan-bahan atau ampas bekas minuman itu terlihat seperti sampah, namun sebenernya memiliki banyak manfaat dan khasiat.

Itu yang membuat festival kali ini bertema Uwuh Art, bagaimana manusia dalam kesadaran nya bisa mengolah, menata, dan memproduksi bahan atau benda yang dianggap sampah. Festival yang diadakan 9 hari ini berisi banyak kegiatan seperti pameran karya seni warga sekitar dan beberapa seniman yang karyanya berupa dari olahan benda tak terpakai, lalu ada workshop, talkshow, dan pelatihan lingkungan hidup.

Patrick salah satu panitia dari NEMov Foundation mengatakan bahwa di daerah Cihideung yang menjadi tempat diadakan nya festival seni ini para warga sekitar nampak belum paham tentang bagaimana mengolah sampah secara benar, dibuang sembarang ke daerah sungai yang beranjak pada banjir nya daerah kota Bandung.

Festival seni ini juga berkolaborasi dengan banyak banyak komunitas peduli lingkungan seperti Get Plastic, Green Education, Greeneration Foundation, Giva Art & Craft, Parongpong Recycle & Waste Management, Chilaz dan Plastavfall. Pada acara penutupan Minggu 03/11 mereka mengadakan workshop oleh Green Education tentang karyanya yang diberi nama Betrak Betruk, dan ditutup oleh penampilan beberapa band yang tampil di festival seni tersebut.

di bawah ini beberapa karya seni yang ditampilkan di Festival Seni 2019:

uwuh art

uwuh art 2

Foto: NEMov Foundation & Dony Ajie Taroni.

Komentar