Ichitan Photo Competition

9083244097_5d44793865_z-640x360.jpg

"Typo" alias salah ketik bisa bikin malu. Dan bisa jadi mahal.

Typo atau kesalahan penulisan kadang emang sering terjadi, apalagi kalo nulis sambil buru-buru. Sampai kadang bisa bikin salah paham hingga berakibat lo diputusin doi, atau bikin netizen ngakak dan bikin malu institusi, kayak typo di siaran berita TV. Nah, typo juga bisa jadi bencana buat seseorang, bahkan bikin rugi atau untung sampai milyaran. Kok bisa? Typo yang bikin untung contohnya adalah Google. Gara-gara typo yang diketik para netizen, Google bisa meraup keuntungan sampai 497 juta USD atau Rp. 6,62 triliun setiap tahun. Peneliti dari Harvard University mengklaim bahwa keuntungan sejumlah itu, didapat dari orang-orang yang salah ketik alamat situs popular dan nyasar ke situs “typosquatter” alias situs palsu yang isinya adalah spam iklan dari Google Ads semua! Wah.

Nah, yang berikut ini adalah 10 kesalahan ketik mahal lainnya, yang bukannya untung tapi malah bikin buntung!

1. Pasta yang Rasis

pasta-bible-inside-xl.jpg

Kerugian: $ 20.000 atau Rp. 266 juta

Sepiring tagliatelle, atau pasta yang bentuknya mirip kwetiau, dengan sarden dan ham kering yang diiris tipis, biasanya cuma menyinggung para vegetarian. Tapi gara-gara typo yang konyol di The Pasta Bible, buku yang diterbitkan oleh Penguin Australia pada tahun 2010, 7000 eksemplar buku ditarik dari pasaran dan dihancurkan oleh penerbit. Buku ini menganjurkan buat nambah resep di masakan dengan ‘freshly ground black people’, alias orang kulit hitam yang baru digiling. Nah lho! Padahal, yang dimaksud bukan itu, tapi ‘freshly ground black pepper’ atau lada hitam yang baru digiling. Yaampyun~

Yah… meskipun buku yang sudah terjual nggak ditarik lagi, tapi sisa buku yang ada di pasaran mendingan dihancurin, deh, biar nggak bikin rusuh.

2. Pelajaran Proofreading Untuk Dishub-nya New York City

subway-typo.jpg

Kerugian: $ 500.000 atau Rp 6,7 miliar

Nggak mau kalah, tahun 2013 lalu, Otoritas Transportasi New York City harus menarik 160.000 peta dan poster yang disebar buat mengumumkan kenaikan harga untuk jumlah minimum pemakaian kartu pay-per-ride dari $ 4,50 ke $ 5,00. Masalahnya? Ada typo yang menunjukkan kalau harga yang "baru" itu $ 4,50 bukannya $ 5,00. Ups!

3. Kasus Bir langka

allsoppm.jpg

Kerugian: $ 502,996 atau Rp. 6,7 miliar

Cuma gara-gara satu huruf 'P' hilang, seorang penjual di eBay yang ceroboh jadi rugi setengah juta dolar atau sekitar 7 miliar Rupiah. Jadi, penjual ini melelang bir tua usia 150 tahun yang merupakan barang langka dan warisan keluarganya di situs eBay. Tapi, cuma sedikit kolektor bir yang tahu, kalo sebotol Allsopp Arktik Ale yang langka itu lagi dilelang, gara-gara si penjual ini (kita anggap aja doi ini awam soal bir langka, jadi maklum) nulis nama barangnya di eBay kayak gini: “allsop’s arctic ale.full and corked with a wax seal”. Nah, ada satu penawar bermata elang yang beruntung, begitu dia lihat lelangan ini sepi, dia langsung nawar bir langka itu seharga $ 304 atau Rp. 4 juta dan menang. Kemudian, oleh pembeli ini, bir itu segera dilelang lagi di eBay dengan judul nama barang: “Museum Quality ALLSOPP's ARCTIC ALE 1852 SEALED/FULL!!!” dan langsung laku seharga Rp. 7 miliar!

Penjual pertama? Cuma bisa gigit jari…

4. Pelajaran Tata Buku Untuk Departemen Pendidikan New York City

no_5.jpg

Kerugian: $ 1.400.000 atau Rp. 18,6 miliar

Manusia dan komputer emang nggak selalu akur. Di tahun 2006, pengawas keuangan New York City, William Thompson, mengakui ada salah ketik di software pembukuannya. Kesalahan itu bikin pemerintah kota mengeluarkan anggaran dobel untuk membiayai transportasi sekolah. Typo-nya ternyata cuma satu kata yang kelebihan huruf. Duh! Gara-gara satu kata yang kelebihan huruf itu, software akuntansi yang dipakai jadi nggak bisa baca dan akhirnya salah tafsir. Pengeluaran yang harusnya cuma $ 1,4 juta jadi $ 2.800.000 alias dua kali lipat.

5. Rekreasi Eksotis yang Jadi Erotis

Phone Book “Erotic” Misprint Costs Yellow Pages $10 Million

Kerugian: $ 10.000.000 (ditambah $ 230 per bulan) atau Rp. 133 miliar

Ingat Yellow Pages? Yeah, kayaknya Banner Travel Services pengin banget lupain mereka. Beberapa tahun yang lalu, agen perjalanan yang berbasis di California, Sonoma, (sekarang udah tutup) memutuskan untuk pasang iklan di buku telepon itu, namun apa yang terjadi, sebuah typo dilakukan oleh percetakannya. “Ahlinya tujuan wisata yang ‘erotis’”. Dari yang awalnya ‘eksotis’ jadi ‘erotis’ hihihi. Typo ini tentu menggelitik minat dari beberapa pelanggan baru, tapi yaaaa kan itu bukan jenis klien yang jadi targetnya perusahaan. Pencetak iklan itu menawarkan iklan bulanan gratis seharga $ 230, tapi nggak sebanding sama Banner Travel yang digugat $ 10.000.000.

6. Tanda Hubung NASA yang Hilang

mariner_1.jpg

Kerugian: $ 80 juta atau Rp. 1,07 triliun

Tanda hubung (-) biasanya diabaikan dan jarang masuk daftar tanda baca yang penting. Tapi gara-gara sebiji tanda hubung ini, NASA mengalami kegagalan yang fatal pada tahun 1962 dalam kasus Mariner 1, proyek penyelidikan antarplanet pertama Amerika. Misinya simpel: Pedekate sama tetangga sebelah, Mbak Venus. Tapi sayang, cuma gara-gara satu tanda hubung yang hilang di coding yang dipake buat ngatur lintasan dan kecepatan pesawat, akhirnya pesawat luar angkasa itu meledak hanya beberapa menit setelah lepas landas.

Duh, sayang banget…

7. Juan Pablo Davila, yang Beli Saham Harga Tinggi, dan Dijual Harga Rendah

juan_pablo.jpg

Kerugian: $ 175.000.000 atau Rp. 2,33 triliun

Online trading yang masih seumur jagung pada tahun 1994 dulu, adalah sebuah fakta yang Juan Pablo Davila nggak akan pernah lupa. Semuanya berawal ketika mantan trader – yang dipekerjakan oleh perusahaan milik pemerintah Chili, Codelco – keliru nulis beli saham di komputer, yang padahal dia mau jual. Setelah sadar atas kesalahan fatal yang dilakuin, dia masih berusaha melanjutkan sedikit transaksi sambil ngamuk dan kalap – alias jual beli saham ilegal sampai bisa nombokin kerugian. Tapi di akhir hari, dia tetep bikin perusahaan / negara rugi $ 175 juta. Davila, jelas dong, dipecat. Dan Codelco akhirnya mengajukan gugatan terhadap Merrill Lynch, menduga bahwa broker itulah yang memungkinkan Davila untuk melakukan trading ilegal. Merrill sampai menghabiskan $ 25 juta atau 332 miliar Rupiah untuk menyelesaikan sengketa kasus itu. Bahkan nama Davila sampai jadi istilah di kamus modern populer di Bahasa Chili: Davilar – kata kerja yang digunakan untuk menunjukkan sebuah kekacauan besar yang epik.

Wah, mayan tuh~ masuk kamus!

8. Mizuho Securities, Jual Saham Harga Murah – yang Kebangetan Murah

mizuho.jpg

Kerugian: $ 340.000.000 atau Rp. 4.5 triliun

Pada bulan Desember 2005, Perusahaan Efek Jepang, Mizuho Securities, memperkenalkan anggota baru di portofolio saham yang mereka tawarin di pasar bursa. Perusahaan yang baru direkrut ini bernama J-Com Co., punya harga saham yang bagus di angka ¥ 610.000 per lembar. Kurang dari setahun kemudian, salah satu trader di perusahaan itu melakukan kesalahan ketik yang konyol dengan menjual 610.000 lembar saham dengan harga ¥ 1 per lembar.

Well… ibarat lagi diskon brutal, sahamnya langsung laris manis dan Bursa Efek Tokyo nggak bisa bantu apa-apa buat perbaiki kesalahan itu.

Komentar