malaysiaAyo semangat Indonesia!!!

Malam tadi, (26/11). Tim Indonesia harus bertekuk lutut setelah gagal memenangkan pertandingan melawan Malaysia. Pertandingan pembuka Pra-Kualifikasi Wilayah Timur Piala Asia 2021 yang diadakan di Thailand ini pun dimenangkan oleh Malaysia dengan skor akhir 61-70.

Sebenarnya Indonesia tidak tampil begitu buruk karena pada kuarter pertama sampai kedua Indonesia dapat menguasai permainan. Sayang pada kuarter ketiga sampai terakhir performa tim Indonesia sangat dibawah ekspektasi.

jamarrVia Pantau

Pada pertandingan itu, Jamarr Andre Johnson mencetak 15 vpoin dan 14 rebound untuk Indoenesia. Selain Jamarr, ada Kaleb Ramot Gemilang dan Andakar Prastawa yang masing-masing menghasilkan 13 dan 12 rebound.

andakar Via Bola Sport

Sedangkan pada kubu Malaysia ada Zi Fueng Chang yang mencetak 18 poin. Disusul Chun Hong Ting dan Tian Yuan yang masing-masing dari mereka mencetak 12 dan 10 poin.

chun hong tingVia The Star

Pada kuarter pertama Indonesia tampil meyakinkan dengan mengandalkan keunggulan dari para Big Man seperti Adhi Pratama, M. Dhiya'ul Haq, dan Ponsianus Nyoman Indrawan. Dua poin Yaya, melengkapi keunggulan menjadi 20-10 di kuarter pertama. Hingga pada akhir kuarter kedua Malaysia bisa membalikkan keadaan dengan memasukkan Zi Fueng Chang ke lapangan yang menghasilkan dua tembakan tripoin.

Hal yang sama masih terjadi di kuarter tiga, Zi menjadi hambatan besar bagi tim Indonesia. Ia mencuri bola dari dari Hardianus lalu memberikan pada Yi Hou Wong. Dua poin Yi membuat Malaysia unggul 53-45 di kuarter ketiga.

Hingga akhirnya upaya Indonesia menyusul di kuarter keempat gagal. Karena Malaysia lebih banyak mencetak poin di kuarter keempat dengan skor 17-16.

Faktor lain yang menjadi kunci kemanangan Malaysia adalah ketika Tim Indonesia melakukan turnover dan 29 pelanggaran (persnoal foul). Hal ini yang membuat Malaysia dapat melihat celah yang dibuat oleh Indonesia dan mencuri 19 poin.

Lalu faktor yang membuat Indonesia kalah adalah akurasi tembakan (field goals) Indonesia yang buruk, Indonesia hanya mencetak 19 poin dari 53 percobaan tembakan. Itu sudah termasuk 4 tripoin dari 18 percobaan. Prastawa mencetak 3 tripoin dari 9 percobaan, sedangkan Jamarr memasukkan 1 dari 6 percobaan tripoin.

Komentar