fred hoibergMau gimana lagi ya namanya juga udah keputusan ...

Senin kemarin, ada kabar mengejutkan dari pihak Manajemen Chicago Bulls. Bukan kabar tentang para pemain, melainkan kabar tentang Kepala Pelatih mereka. Manajemen Bulls memutuskan untuk memutus kerja sama dengan Kepala Pelatih mereka, Fred Hoiberg.

Keputusan ini dinilai cukup wajar karena prestasi tim yang stagnan hingga satu bulan lebih penyelenggaraan NBA musim 2018-2019. Dari 24 laga yang sudah dimainkan, Bulls hanya mampu meraih lima kemenangan. Saat kabar pemecatan ini pertama keluar, hanya ada Phoenix Suns dan Cleveland Cavaliers yang memiliki rekor lebih buruk dari mereka (Cavaliers kini juga meraih lima kemenangan usai menang atas Brooklyn Nets).

Namun menurut John Paxson, ada alasan lain. Secara prestasi yang diraih tim musim ini tak berbeda banyak dengan musim lalu. Tetapi, ada perbedaan semangat yang besar di ruang ganti Bulls.

FredVia SB Nation

“Kami berada dalam situasi yang nyaris serupa dengan musim lalu. Tapi, secara keseluruhan, tim ini benar-benar memiliki semangat yang berbeda dengan musim lalu. Kami merasa dalam beberapa minggu terakhir ini ada sesuatu yang berbeda, dan akhirnya kami sadar bahwa ada semangat itu telah hilang,” ujar Paxson.

Kalau dilihat kembali, apa yang diucapkan sama Paxson itu benar adanya. Musim lalu, dari jumlah pertandingan yang sama, rekor Bulls malah lebih buruk. Dalam 24 laga awal, Bulls hanya mampu meraih empat kemenangan.

fredVia Clutch Point

Hoiberg total menangani Bulls selama tiga musim lebih. Dari 270 laga masa kepemimpinannya, pelatih berusia 46 tahun tersebut memiliki rekor menang-kalah (115-155) atau setara dengan 42 persen persentase kemenangan. Dalam perjalanannya, Hoiberg juga berhasil mengantar Bulls lolos ke playoff di musim 2016-2017 sebelum kandas atas Boston Celtics di putaran pertama playoff.

Manajemen Bulls pun akhirnya mengangkat Jim Boylen sebagai Kepala Pelatih baru. Boylen sendiri sudah bersama tim kepelatihan Bulls sejak 2015. Ia memiliki pengalaman melatih sejak tahun 1987 yang seluruhnya ia habiskan sebagai asisten pelatih. Pun begitu, Boylen memiliki portofolio menarik dengan tercatat tiga kali masuk dalam tim juara NBA.

Komentar