lionel messi alaves d97d0ajiubvl13zop6yravgr8 messi hebat

Jangan menyerah, jangan menyerah ah ah ah...

Lionel Messi terlempar dari tiga besar Ballon d'Or. Yaps, kurang lebih itulah judul utama yang terpampang nyata di beberapa media internasional. Di gala Ballon D'or 2018 baru saja digelar pada Selasa (4/12) dini hari WIB itu, gelandang Real Madrid dan kapten timnas Kroasia, Luka Modric resmi diumumkan menjadi pemenangnya. Modric mematahkan dominasi Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

modric topppp

via evening standard

Lantas siapa yang ada di tiga besar? Selain Modric, mereka adalah penyerang Prancis dan Atletico Madrid, Antoine Griezmann serta Cristiano Ronaldo. Menghilangnya nama mega bintang Barcelona dan Argentina itu langsung menjadi sorotan tajam. Bukan apa-apa, Messi selama ini menjadi 'langganan'. Doi adalah pemain yang sangat dominan dalam Ballon d'Or. Bahkan, La Pulga sukses memenangkan Ballon d'Or sebanyak lima kali.

Buat para pecinta sepak bola, ini adalah pemandangan yang ganjil. Udah lebih dari satu dekade terakhir Messi selalu berada di podium atau masuk di tiga besar. Terakhir kali Lionel Messi gagal masuk dalam finalis Ballon d'Or terjadi pada tahun 2006 yang artinya ini terjadi pada 12 tahun lalu. Saat itu, pemain timnas Italia Fabio Cannavaro yang meraih gelar setelah membawa Italia juara Piala Dunia. Di posisi kedua dan ketiga ada Gianluigi Buffon dan Thierry Henry. Nama Messi emang masih belum terlalu menonjol karena emang masih muda banget, jadi nggak heran kalo saat itu doi ada di peringkat 20.

244541 24597368 2560 1440 messi 2006

via Eurosport

Mari kita telisik satu per satu hal yang membuat Messi benar-benar terpuruk di Ballon d'Or 2018. Lagi-lagi kita bakal ngomongin soal statistik. Bersama Barcelona, Messi cuma bisa meraih juara La Liga Spanyol dan Copa del Rey di musim 2017/2018. Messi juga cuma mencetak 45 gol dari 54 penampilan di semua ajang. Kayak gitu kok 'cuma' sih? Ya, namanya juga pemain Barcelona. Tuntutan ya harus tinggi setinggi tingginya bintang di langit lah. Kalo lo nggak mau dituntut ini atu anu ya mending bikin aja liga sendiri.

Bahkan rasa-rasanya, Messi pun nggak bakal puas dengan pencapaiannya sendiri. Seorang Messi gitu loh, nggak mungkin kan doi males-malesan dan seharian cuma tidur di kamar. Rekor buruk tadi belum ditambah dengan pencapaian di timnas Argentina. Di Piala Dunia 2018, Messi cuma bisa mencetak satu gol dan dua operan. Argentina pun tersingkir di babak 16 besar setelah dikalahkan sang juara, Perancis.

jpeg messi via The National

via The National

Messi sendiri menyebut kalo capaian individu nggak terlalu penting bila dibandingkan sama gelar kolektif. Artinya, Messi masih bisa bersyukur dan punya motivasi tinggi untuk terus meraih prestasi di kemudian hari. Tsah! Yoi, Messi emang sejauh ini sukses meraih empat gelar Liga Champions dan sembilan gelar La Liga bersama Barcelona. Gokil emang sih alien satu ini. Cuma harus diinget yah, Messi belum berhasil meraih satupun gelar bersama Argentina. Ehe.

"Saat lo melihat sisi yang lebih penting dalam sepak bola, maka selalu ada orang-orang yang bekerja sebagai sebuah tim, yang selalu berjuang satu sama lain. Setiap anggota tim punya nilai dan peran," ujar Messi. "Sangat penting untuk menjadi yang terbaik secara individu dan juga kolektif. Lo disebut berhasil kalo udah sukses membantu tim."

messi goks

via marca

Sekarang Messi bakal lebih fokus bersama klubnya karena Barcelona punya harapan yang sangat tinggi. Itulah yang membuatnya masih termotivasi untuk meraih banyak gelar. Bener juga sih, Barcelona itu sekalinya kalah di satu pertandingan aja langsung dinyinyir abis-abisan. Jadi, nggak heran sih ya kalo La Pulga pengen menang dari satu laga ke laga lain.

Emang luar biasa sih mental seorang Lionel Messi ini. Doi masih bisa memetik sisi positif dari setiap kegagalannya. Ya walaupun lo nggak bisa ngerti isi hatinya yang terdalam, setidaknya sampai hari ini Messi masih menunjukkan kalo semua baik-baik aja. Tetap semangat, Leo!

Komentar