Akibat cedera pinggul.

Dilansir dari Sky Sports, petenis Britania Raya dengan ranking tunggal tertinggi, Andrew "Andy" Murray mengungkapkan bahwa Australia Terbuka mungkin bakal menjadi turnamen terakhir dalam kariernya. Hal tersebut ia sampaikan dengan berkaca-kaca saat konferensi pers pada Jumat (11/1). Sebelumnya, Murray mengatakan ia bakal pensiun setelah Wimbledon pada musim panas tahun ini.

Dalam konferensi pers yang bermuatan emosi menjelang acara Grand Slam pertama tahun ini di Melbourne, Murray mengungkapkan bahwa ia masih bermasalah dengan cedera pinggul yang melanda dirinya selama 18 bulan terakhir.

Pemain berusia 31 tahun itu menjalani operasi pada masalah tersebut setahun yang lalu, tetapi ia masih tidak bisa bermain tanpa rasa sakit di pinggulnya yang bermasalah. Murray bertekad untuk bermain di Wimbledon dan mengakhiri kariernya setelah itu, tetapi dia mengakui dia tidak yakin apakah dia bisa bermain melalui rasa sakit selama enam bulan ke depan.

“Jelas saya telah berjuang untuk waktu yang lama dan saya sudah sangat kesakitan selama sekitar 20 bulan terakhir. Saya sudah cukup banyak melakukan semua yang saya bisa untuk mencoba dan membuat pinggul saya merasa lebih baik dan itu tidak membantu banyak,” ucap Murray.

Murray mengungkapkan bahwa dia telah berbicara dengan tim pelatih dan manajemennya selama pelatihan di Florida bulan lalu. Dia menguraikan niatnya untuk menyelesaikan Wimbledon sebelum pensiun.

“Saya mengatakan kepada mereka saya pikir saya bisa melewati ini sampai Wimbledon. Di situlah saya ingin berhenti bermain (setelah Wimbleon), tetapi saya juga tidak yakin saya akan bisa melakukan itu,” ucap Murray

Ketika ditanya apakah Australia Terbuka bisa menjadi turnamen terakhirnya, dia mengatakan kemungkinan tersebut ada. Murray tidak yakin saya bisa bermain melalui rasa sakit selama empat atau lima bulan lagi.

Komentar