a0f177e2 04e3 48e4 a07c bf127388c2c9

Ini baru namanya menjemput rezeki.

Tahun 2019 baru memasuki bulan Januari, tapi Fitriani sudah memberi kejutan yang manis. Yaps, Fitri mempersembahkan gelar pertama bagi Indonesia di pembuka tahun 2019 dengan menjuarai ajang Thailand Masters 2019. Hebatnya lagi, Fitri mengalahkan wakil tuan rumah, Busanan Ongbumrungphan, dalam dua game langsung, 21-12, 21-14.

Banyak banget rekor yang dipecahkan Fitri selepas memenangkan Thailand Masters 2019. Gelar ini menjadikan Fitri tunggal putri pertama yang meraih titel BWF World Tour untuk Indonesia. Menilik situs BadmintonTalk, pemain tunggal putri Indonesia terakhir yang memenangkan gelar di Grand Prix+/World Tour di luar Indonesia adalah Lindaweni Fanetri dalam ajang Syed Modi International 2012. Penantian lebih dari enam tahun itu berakhir berkat aksi gemilang Fitri. Fitri juga menjadi pemain tunggal putri non-Thailand pertama yang memenangkan Princess Sirivannavari Thailand Masters sejak turnamen ini digelar.

b060aca5 d1b3 4d03 89a7 c34773cd4cfd
via PBSI

Perjalanan Fitri jelas tidak mudah mengingat dia harus bertemu beberapa unggulan. Di babak kedua misalnya, Fitri membuat kejutan dengan mengalahkan unggulan pertama yang juga wakil terkuat Thailand, Nitchaon Jindapol, dengan skor 21-10, 17-21, 21-16. Belum lagi ia harus bermain tiga game yang dramatis saat mengalahkan Lee Ying Ying (Malaysia) dan Deng Joy Xuan (Hong Kong).

Melalui laman resmi PBSI, Fitri banyak bercerita soal pertandingan yang sudah dilaluinya. "Hari ini saya hanya berusaha main maksimal, lebih sabar dan lebih safe, jangan membuat kesalahan sendiri. Sebetulnya lawan tidak mudah untuk dimatikan. Penampilan dia hampir sama dengan pertemuan kami sebelumnya di Korea Masters 2018, tapi sepertinya hari ini dia kurang enak mainnya, dia banyak melakukan kesalahan sendiri," jelas Fitri soal pertandingan final.

f93bf07a cb14 4226 b31e bebe2b726a69
via PBSI

Fitri juga menilai bahwa lawan-lawannya terbilang tangguh sejak babak awal. Apapun bisa terjadi, tapi Fitri selalu siap untuk memenangkan pertandingan. "Saya bersyukur banget, alhamdulillah di turnamen awal tahun 2019 ini dapat hasil maksimal dengan meraih gelar juara. Saya berterima kasih kepada orangtua dan keluarga yang selalu mendukung saya dalam keadaan apapun, serta para pelatih yang memberi saya masukan, motivasi untuk lebih baik ke depannya," kata Fitri.

Gelar ini menjadi gelar pertama bagi Fitri di turnamen BWF World Tour Super 300. Sebelumnya, Fitri pernah menjadi juara di Indonesia International Series 2015 dan Indonesia International Challenge 2016. Semoga aja Fitri dan para pemain bulu tangkis lainnya bisa semakin konsisten dan perlahan tapi pasti sanggup bangkit di sepanjang 2019 ini yah!

Btw, ada satu lagi fakta yang cukup menarik. Jersey Fitriani di final Thailand Masters 2019 punya warna yang sama dengan yang dipakai Anthony Sinisuka Ginting saat tampil di final dan juara China Open 2018. Cuma motifnya aja yang sedikit berbeda. Apakah ini sebuah pertanda kalo Indonesia bakal meraih gelar demi gelar dengan jersey ini? Entahlah, yang pasti mari ucapkan selamat untuk Fitriani!

anthony ginting juara china opne

Komentar