dzeon21xqaa7zpx

Ada apa Sarri?

Pertandingan pekan ke-26 Premier League antara Manchester City Vs Chelsea awalnya diprediksi bakal berjalan ketat dan saling berbalas gol. Siapa sangka, big match yang tersaji di Stadion Etihad (10/2) ini malah jadi ajang pembantaian bagi tim asuhan Pep Guardiola. Yaps, Manchester City berhasil menang dengan skor 6-0 berkat hat-trick Sergio Aguero, dua gol Raheem Sterling, dan sebiji gol Ilkay Gundogan. Sederet fakta menarik pun tercipta dari laga ini. Yuk langsung aja disimak!

1. Aguero yang kembali tajam

dzegzl9woayyip2
via Twitter/ManCity

Kedatangan Gabriel Jesus ke Manchester City semula membuat posisi utama Aguero terancam. Ia tak lagi mengisi posisi ujung tombak secara reguler. Tapi, saat ini, Aguero malah kembali tampil ganas dan terus mencetak gol meski sudah berusia 30 tahun. Sejak tahun 2019, Aguero malah berhasil mencetak 8 gol untuk Manchester City di Premier League. Angka ini dua kali lipat dibanding pemain lain. Ia juga lebih tajam dibanding 11 tim Premier League.

2. Rekor hat-trick Aguero

dzd2q9iwsaaze s

via Twitter/brfootball

Trigol ke gawang Chelsea membuat Aguero mencatatkan hat-trick ke-11 di Premier League. Torehan ini membuat Aguero menyamai rekor hat-trick terbanyak di Premier League yang selama ini dipegang Alan Shearer.

3. Hasil terburuk Chelsea di Premier League

dzd8 8lwoai9wfb

via Twitter/ChelseaFC

Kekalahan dengan skor setengah lusin ini menjadi hasil terburuk yang diraih Chelsea di Premier League. Sebelumnya, Chelsea pernah mengalami kekalahan terbesarnya di semua kompetisi sejak takluk 0-7 dari Nottinham Forest pada April 1991.

4. Maurizio Sarri terpukul

dzeeqyiwwaajm9n
via Twitter/ChelseaFC

Bisa jadi, manajer Chelsea Maurizio Sarri sangat terpukul dengan pertandingan ini. "Hasil seperti ini untuk klub seperti Chelsea akan membawa tekanan dan harus dijelaskan kepada manajemen. Saya memimpin tim, jadi saya tahu siapa yang harus berdiri paling depan," ujar Sarri.

Setelah wasit meniup peluit pajang, Sarri bahkan terburu-buru masuk ke kamar ganti tanpa berjabat tangan dengan Pep Guardiola. Mendapat perlakuan ini, Pep pun buka suara dan tak mau ambil pusing. “Saya memang berbicara dengan Gianfranco Zola. Sarri sepertinya tidak melihat saya,” kata Guardiola pada Sky Sports. Sarri pun sudah menjelaskan bahwa ia memang tidak melihat Pep dan akan menyapanya seperti biasa selepas ini.

5. Kebangkitan Manchester City

dzeon21xqaa7zpx
via Twitter/ManCity

Manchester City berhasil mencetak lebih dari satu gol dalam 15 laga kandang terakhirnya di Premier League. Sebelumnya, hanya Tottenham yang berhasil melakukan ini di tahun 1965. Sejak kalah beruntun dari Crystal Palace dan Leicester City di bulan Desember 2018, Manchester City juga memenangi pertandingan (7), mencetak gol (23), dan meraih poin (21) lebih banyak dari klub Premier League lainnya.

Hmmm kira-kira tim mana lagi ya yang jadi korban pembantaian Manchester City? Apa iya sih ini menjadi pertanda kalo Manchester City kembali konsisten meraih poin penuh? Sepertinya persaingan papan atas Liga Inggris masih ketat hingga di akhir musim.

Komentar