8d52f4cb b348 4892 bfc2 98f28ed1263a

Bocoran biar jadi ranking 1 dunia!

Susy Susanti nggak berhenti menekankan pentingnya kualitas latihan dalam upaya meningkatkan prestasi pemain. Menurut Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu, latihan dan pertandingan punya peranan yang sama penting dalam pencapaian seorang pebulutangkis. Yaps, hasil yang diraih nggak bisa lepas dari matangnya persiapan.

Khusus di awal 2019, Susy sangat berharap agar Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan para atlet Pelatnas bisa meningkatkan kualitas latihan demi tampil lebih baik di setiap turnamen. Menilik laman resmi PBSI, Susy juga mengungkapkan bahwa kebiasaan di latihan akan menentukan cara seorang atlet bertanding.

5464180b 822f 4b4b a843 d87173f3e52c

Susy mengatakan bahwa mengatasi tekanan dalam sebuah turnamen harus dibiasakan sejak dari latihan. "Contoh, kalau sudah capek di latihan, kadang masih nawar, kalau ketat, ya sudahlah, pasrah. Waktu latihan drilling 100 bola, kadang kalau sudah capek, dinyangkutin, kebiasaan di latihan itu akan terbawa ke pertandingan. Atlet jadi cepat menyerah lah, kalau bola susah nggak mau diambil lah. Lebih baik di latihan mikir yang terjelek dulu, kalau nanti nggak sejelek itu di pertandingan kan enak mainnya," kata Susy.

Tenaga para atlet di pertandingan juga dinilai oleh Susy akan lebih banyak terkuras karena ada faktor ketegangan di lapangan. Inilah yang membuat para atlet harus berlatih minimal tiga kali lipat untuk mengatasi semua kemungkinan saat berlaga.

3505994d 3c6f 40a9 8386 6c446cd1ee36

"Kalau latihan 20 kali smash, paling di pertandingan yang terpakai cuma lima sampai enam kali smash untuk satu poin. Kalau pertandingan di tunggal bisa 56 sampai 80 kali pukulan, jadi latihannya juga harus tiga kali lipatnya. Di pertandingan, setengahnya saja sudah hilang karena tenanga lebih terkuras, ada rasa tegang, feeling belum dapat dan sebagainya. Kalau kita bisa menerapkan yang setengahnya saja sudah bagus," jelas Susy.

Susy juga memandang bahwa kesadaran atlet akan menjadi hal utama yang akan membawa perubahan bagi atlet itu sendiri. Tidak bisa harus setiap saat diawasi atau ditegur pelatih karena atlet itu sudah dewasa juga. Intinya, kebiasaan di latihan akan terbawa ke pertandingan. Susy pun menyebut nama Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon sebagai atlet yang layak diapresiasi.

af451f85 0edb 4bd1 b5ef 9b510ddcbc35

Selama ini, Susy melihat ada perbedaan mencolok dari segi porsi latihan pada pasangan berjuluk Minions ini. Saat latihan, Marcus datang lebih awal dan pulang belakangan. Marcus juga menambah porsi latihan bila merasa ada sesuatu yang kurang. Sementara, Kevin adalah tipikal atlet yang nggak mau kalah. Tipe permainan ini bisa dilihat saat Kevin berlatih sehari-hari.

Susy kemudian membandingkan kualitas Fajar Alfian/Rian Ardianto yang sebenarnya nggak kalah dari Kevin/Marcus. Kevin ternyata kerap kesulitan saat menghadapi Fajar/Rian di depan. Bedanya, Kevin dan Marcus punya kemauan dan kegigihan untuk menang di lapangan yang membuat keduanya unggul. Fajar, Rian dan para atlet lain pun diminta agar lebih bisa mengeluarkan ekspresi dan emosi saat bertemu lawan-lawannya di setiap turnamen.

photo via PBSI

Komentar