liverpool

Dari drama musikal sampai lapangan bola

 

Buat lo pecinta Liverpool pasti udah nggak asing dong dengan jargon "You'll Never Walk Alone". Yas jargon ini diambil dari anthem dari klub sepak bola asal Liverpool, Inggris ini.

Tapi pada tau nggak nih asal usul jargon dan anthem ini? Nih Provoke! kasih tau yaa.

Lagu ini ditulis oleh Rodgers dan Hammerstein pada tahun 1945 untuk sebuah musikal berjudul Carousel. Dalam musikal tersebut, karakter Nettie Fowler, sepupu dari karakter utama Julie Jordan, menyanyikan lagu "You'll Never Walk Alone" untuk menghibur Jordan ketika suaminya meninggal.

Christine Johnson, pemeran Nettie, menjadi orang pertama yang menyanyikan lagu ini dalam produksi Broadway. Sedangkan dalam versi film, lagu ini dinyanyikan oleh Claramae Turner yang juga berperan sebagai Nettie.

Kemudian lagu ini kembali menjadi hits pada tahun 1964. Hal ini disebabkan "You'll Never Walk Alone" dinyanyikan ulang oleh Gerry and The Peacemakers. Lagu ini pun berhasil menduduki urutan pertama dalam chart di Inggris.

Terus kok bisa jadi anthem-nya Liverpool?

Jadi gini ceritanya, para penggemar Liverpool dikenal karena suka menyanyikan lagu-lagu pop saat itu sebelum pertandingan dimulai. Mulai dari lagu The Beatles, Cilla Black dan Gerry and The Peacemakers.

Pada pertandingan melawan West Brom pada 19 Oktober 1963, lagu ini masuk ke top 10 chart gitu. Meski belum diketahui secara pasti, lagu tersebut pun dinyanyikan sebelum pertandingan.

Pada saat itu, lagu "You'll Never Walk Alone" menghabiskan empat minggu di urutan pertama dan sepuluh minggu sebagai Top 10. Namun setelah keluar dari chart tersebut pun banyak yang masih menyanyikannya.

Pada 1965, penggemar Liverpool menyanyikan lagu ini di Wemble pada kemenangan tim pada final FA Cup. Kemudian, komentator TV bernama Kenneth Wolstenholme menyebutkan lagu tersebut sebagai "lagu khas dari Liverpool".

Ternyata lagu ini nggak cuma jadi ciri khas Liverpool loh. "You'll Never Walk Alone" juga diadopsi oleh Celtic setelah semifinal Winners Cup pada 1966 melawan Liverpool di Anfield. Dan sekarang lagu ini sering dinyanyikan oleh para penggemar Celtic sebelum pertandingan di 'kandang' Eropa.

Selain itu, lagu ini diadopsi oleh tim Belanda, FC Twente. Di Belanda, Feyenoord dan SC Cambuur pun mengadopsi lagu tersebut. Kemudian di Jerman oleh Borussia Dortmund, 1 FSV Mainz 05, TSV 1860 Munich, juga di Jepang FC Tokyo, Spanyol CD Lugo, dan Indonesia oleh Bali United.

Nggak cuma diadopsi oleh klub sepak bola, lagu ini juga digunakan oleh tim ice hockey Jerman Krefed Pinguine dan Kroasia Medveščak Zagreb. Lagu ini juga telah dinyanyikan oleh banyak musisi seperti Frank Sinatra, Pink Floyd, Queen, Josh Groban, Nina Simone, dan masih banyak lagi.

Nah jadi gitu cerita di balik anthem dan jargon Liverpool. Pendukung Liverpool mana nih suaranya??

 

 

Foto: The New York Times

Komentar