woodgate 176537

Sekarang lo nyesel kan?

David Beckham, Cristiano Ronaldo, dan sekarang Eden Hazard. Mereka adalah nama-nama terbaik yang pernah didatangkan Real Madrid. Tapi, sadarkah kalian kalau Madrid pernah mendatangkan pemain yang buruk dari Liga Inggris dalam 20 tahun terakhir? Nih simak daftarnya!

1. Jonathan Woodgate

3 169

Saking akrabnya dengan cedera, Woodgate hanya bermain dalam 37 pertandingan dalam 18 bulan untuk Newcastle ketika Madrid membelinya dengan harga 13,4 juta Poundsterling pada tahun 2004. Woodgate bahkan sedang dalam kondisi cedera saat tanda tangan kontrak dengan Madrid. Alih-alih pulih dengan cepat, ia tetap absen selama satu tahun, dan baru melakoni debut pada September 2005.

Seisi Bernabeu sempat optimis menyambut debut ini, tapi Woodgate juga terlalu banyak melakukan kesalahan saat bermain. Ia melakukan gol bunuh diri pada menit ke-24. Woodgate kemudian mendapatkan kartu merah dengan dua pelanggaran keras. Ini jelas mimpi buruk.

Yang mengagumkan, ia sempat berjuang untuk kembali menemukan permainan terbaiknya, tapi lagi-lagi cedera menimpanya. Pada Agustus 2006, kesabaran Madrid telah habis dan mereka meminjamkan Woodgate ke Middlesbrough, yang kemudian mempermanenkannya. Secara total, Woodgate hanya memainkan 14 pertandingan dalam tiga tahun di Real Madrid. Dalam jajak pendapat tahun 2007, pembaca harian olahraga Spanyol Marca memilihnya sebagai pemain terburuk di abad ke-21.

2. Nicolas Anelka

anelka 3363

Pada usia 20, Anelka digadang-gadang punya talenta untuk menjadi pemain top. Sayangnya, reputasi Anelka sudah terlanjur buruk karena karakternya yang buruk. Tapi itu tidak menghalangi Madrid untuk membelanjakan 23 juta Poundsterling untuk memboyong Anelka di musim panas 1999. Mantan striker Arsenal itu gagal menyelesaikan masalah di luar lapangan, dan banyak hal tidak kunjung membaik: Anelka tidak mencetak gol di liga sampai Februari.

Dia juga bermasalah dengan Vicente del Bosque yang dikenal ramah, yang membuatnya diskors dari pelatihan. Setelah hanya berhasil mencetak dua gol dalam 19 pertandingan liga, Madrid mempersilakan ia pergi ke Paris Saint-Germain.

3. Julien Faubert

faubert madrid 533

Pada bulan Januari 2009, Juande Ramos membutuhkan pemain sayap cadangan dan ia sepakat untuk meminjam Faubert dari West Ham. "Agen Faubert harus diberi gelar bangsawan oleh Ratu," gurau Paul Merson.

Sayangnya enam bulan Faubert di Madrid tidak berjalan mulus, terutama karena Faubert sempat diberitakan tertidur di bangku cadangan dalam pertandingan melawan Villarreal. Faubert kemudian menyangkalnya dan memberi tahu pada FourFourTwo bahwa dia baru saja menutup matanya karena dia bosan.

Faubert juga melewatkan sesi latihan hari Minggu karena dia pikir dia punya hari libur. "Bocah itu hanya bingung, tidak lebih," kata Ramos. Setelah tampil selama 52 menit bersama Madrid, ia segera kembali ke London.

4. Thomas Gravesen

champs lge 2r1 arsenal 0 r madrid 0 21 feb 2006

Pada Januari 2005, Gravesen memiliki sisa kontrak enam bulan di Everton ketika agennya mengatakan bahwa ia telah dihubungi oleh Madrid. “Saya menyuruhnya berhenti bercanda,” kenang Gravesen. "Tujuh hari kemudian, semuanya benar-benar terjadi."

Madrid membutuhkan gelandang bertahan di belakang Zinedine Zidane dan Luis Figo. Gravesen terbiasa dengan peran yang lebih maju, tapi dia bersedia untuk dimainkan di mana saja. Akhirnya, Gravesen menjadi lebih dikenal karena gaya bertahannya yang terlalu kasar dan cara-caranya yang aneh dalam berteriak dan bercanda di atas lapangan. Sejauh ini warisan terbesarnya adalah 'Gravesinha' - sebuah gerakan aneh yang diingat dengan indah di banyak bar Madrid sejak itu, di mana ia berpura-pura jatuh dengan menyentuh tanah dengan lutut kiri.

Gravesen hanya bertahan 18 bulan di Madrid. Pada bulan Agustus 2006, pertengkarannya dengan Robinho di sesi latihan membuatnya dijual ke Celtic.

Duh duh, apes banget sih ya. Tapi, para pemain tadi setidaknya udah sempat bangga banget karena bisa mendapatkan status sebagai pemain 'tak terpakai' Real Madrid. Ehe!

photo via FourFourTwo

Komentar