18310902 0 image a 10 1568135141016

Ia harus dewasa lebih cepat!

Salah satu ikon Premier League, Emile Heskey telah membuka diri mengenai perjuangannya melawan depresi menyusul keputusannya untuk meninggalkan klub kota kelahirannya Leicester City ke Liverpool. Heskey mendarat di Anfield pada tahun 2000 sebagai pemain termahal The Reds pada saat itu, setelah tampil mengesankan selama enam tahun dengan The Foxes di mana ia mendapatkan reputasi sebagai salah satu 'pemain masa depan' Inggris.

Pemain yang berposisi sebagai penyerang itu tak berhenti menikmati permainan apiknya selama empat tahun di Liverpool dan merupakan bagian penting dari skuad pemenang treble 2001, dengan mengangkat Piala Liga, Piala FA, dan Piala UEFA.

0 emile heskey 4255353
via Mirror

Sayangnya, Heskey kemudian mengalami awal yang sulit dalam kariernya di Liverpool dan telah mengungkapkan bahwa faktor homesick membuat dia hancur secara emosional. "Momen sulit itu berlangsung enam bulan," kata Heskey kepada The Guardian. “Aku harus dewasa lebih cepat karena aku punya anak dan pasangan. Aku benar-benar berbaring di lantai dan mulai menangis. Aku seperti, ‘Apa yang telah aku lakukan? Aku tidak tahu apakah aku telah melakukan hal yang benar.'"

"Tapi yang paling aneh adalah aku pergi ke pelatihan dan aku akan baik-baik saja. Lalu aku menemukan seorang tukang cukur, aku menemukan teman, rutinitas. Ya, itu adalah masa yang sulit tetapi itu aneh, saat melihat ke belakang, aku merasa konyol dan berpikir, 'Mengapa aku tidak pergi dan duduk dengan teman-teman?'”

emile heskey 6363637
via Mirror

Meskipun mencatatkan 62 penampilan untuk Tim Nasional Inggris dan menjadi salah satu dari 28 striker yang berhasil mencetak setidaknya 100 gol di Premier League, Heskey justru sering dikritik karena rataan golnya yang sangat rendah. Tapi Heskey telah membalas kritik yang ditujukan untuknya dengan berkata, “Aku bermain untuk tim, itu bukan sesuatu yang benar-benar menggangguku."

“Aku tahu, beberapa penyerang akan kesal jika timnya mencetak lima gol, sedangkan si penyerang tidak mendapat satu gol pun. Tapi aku tidak peduli, aku masih mencapai 1 persen teratas atau apa pun dari permainan."

"Jadi, jika aku memberitahumu, pada usia 24 tahun ada seorang remaja yang akan mewakili para pemuda Inggris, akan membuat debutnya pada usia 17 dan pergi ke tiga final dalam empat tahun untuk tim asalnya, kemudian dijual untuk sebuah rekor ke Liverpool - salah satu klub terbesar di dunia; kemudian dia akan memenangkan treble pada musim pertama, mewakili Inggris di dua Piala Dunia, di Piala Eropa, dan bermain di salah satu pertandingan paling berkesan di Inggris hingga saat ini, memenangkan enam atau tujuh trofi pada usia 24, bagaimana perasaanmu?"

Komentar