thumb koulibaly talksport

Minta fans rasis di Italia diusir dan dihukum seumur hidup.

Perlakuan rasis yang menimpa bek Napoli, Kalidou Koulibaly ternyata membuat sang pemain geram nih. Sampai-sampai ia mememinta FIGC (Federasi sepak bola tertinggi di Italia) dan UEFA untuk menghukum berat fans yang rasis.

Seperti yang dikutip Football Italia, kekesalan Kalidou Koulibaly memuncak setelah mengalami pelecehan rasis dari fans garis keras Lazio dan Inter Milan di akhir musim 2018/2019.

“Saya tumbuh dengan membaca Martin Luther King dan Malcolm X, memandang mereka sebagai panutan, pembimbing dan guru. Simbol-simbol tantangan yang harus atasi bersama adalah terdapat pada kasus saya. Rasisme di stadion harus dikalahkan,” ujar Koulibaly.

Ia juga mengungkapkan seharusnya Liga Italia Serie A harus tegas seperti yang dilakukan di Liga Premier Inggris.

“Untuk berhasil menghalahkan rasisme di stadion, kita perlu pemerintah tegas dalam pencegahan yaitu dengan mengekang kebiasaan yang tidak sehat ini, melanjutkannya dengan pengusiran seperti di Inggris, bahkan seumur hidup jika perlu. Jika tidak dilakukan seperti itu yang ditakutkan makin banyak tindak rasisme,” tambahnya.

Selain itu, Koulibaly sangat sedih ketika beberapa penggemar sepak bola di Italia menghina latar belakang keluarga Sinisa Mihajlovic dan Lorenzo Insigne.

“Saya sepenuhnya yakin diskriminasi bukan hanya tentang warna kulit. Saya menjadi sasaran nyanyian monyet, sementara dengan Mihajlovic, penghinaan itu tertuju kepada latar belakangnya. Hal itu juga pernah menimpa rekan saya, Insigne. Saya pernah mencoba, meyakinkannya: ‘Ayo, biarkan ini berlalu.’ Menghina Lorenzo, yang merupakan pemain bola berarti menghina Italia sendiri,” tutupnya.

Sebelumnya mantan pemain AS Roma yang kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pemain Sepak bola di Italia ini meminta Pemerintah Italia turun tangan menangani rasisme yang terjadi saat ini.

(Foto: Talksport.com)

Komentar