330787 tr 534 images

Semua akan indah pada waktunya.

Kiper West Ham United, David Martin mengungkapkan bahwa dia hampir tidak bisa makan selama dua hari sebelum menjalani debutnya di Premier League melawan Chelsea, Sabtu (30/11). Martin kemudian berhasil mencatatkan clean sheet di debut top-flight-nya saat West Ham mencuri kemenangan 1-0 di Stamford Bridge. Momen ini semakin emosional karena ayah Martin, Alvin, menonton dari tribun.

Martin mengakui bahwa dia menangis ketika berjalan ke kerumunan untuk memeluk ayahnya yang juga merupakan mantan bek Inggris dan menghabiskan kariernya selama 20 tahun di West Ham sejak tahun 1976 hingga 1996.

Mantan kiper Millwall yang berusia 33 tahun itu tampil menjadi benteng terakhir pertahanan Hammers untuk menggantikan Roberto, yang telah kebobolan tiga gol dalam sembilan pertandingan. Hasilnya tidak sia-sia karena West Ham memastikan kemenangan liga pertamanya di Stamford Bridge dalam 17 tahun.

1575152430488
via Time24 News

“Ini seperti mimpi. Sekarang aku berusia 33 tahun, memiliki karier yang cukup baik, sudah memainkan beberapa game, tetapi itu masih belum cukup untuk mempersiapkan diri memasuki permainan ini," kata Martin.

“Aku seperti kesulitan dan harus berupaya lebih untuk bisa makan selama dua hari terakhir. Cress (Aaron Cresswell) bahkan menertawakanku karena piringku selalu penuh sisa makanan.

“Ketika aku melihat ayah, kami berdua menangis, jadi kami tidak banyak bicara setelah pertandingan.

"Tetapi bagi ayah, untuk bisa melihat aku di sini dengan klub yang ia bela selama 20 tahun, untuk debutku, menorehkan clean sheet, dan memberikan kemenangan untuk tim, itu adalah perasaan yang fantastis."

images martin 64564 ef4
via talkSPORT

Yaps, Martin benar-benar sosok yang layak mendapatkan hasil baik ini atas semua penantian dan kerja kerasnya. Ia baru menjalani debut di level teratas di usia 33 tahun. Bahkan, Martin harus menantikan selama 16 tahun untuk bisa tampil di Premier League.

Bos West Ham, Manuel Pellegrini mengakui bahwa ia merasa lega karena sejumlah perubahan telah membuahkan hasil saat The Hammers mengakhiri delapan pertandingan beruntun tanpa kemenangan di semua kompetisi. Walau sebenarnya tetap bekerja di jalur yang sesuai, Pellegrini bersikeras dia bisa mendorong timnya kembali ke arah yang benar.

"Ketika kamu tidak berhasil memenangkan pertandingan, maka kamu adalah binatang buas. Ketika kamu menang, maka kamu adalah seorang jenius," kata Pellegrini.

“Untuk tim, untuk West Ham, untuk aku, dan semua orang, aku pikir mereka melakukannya dengan sangat baik. Tapi ini bukan hanya karena aku mengganti kiper, aku pikir semua orang menghasilkan intensitas yang dibutuhkan tim untuk memenangkan pertandingan."

Menyambut penampilan debut Martin, Pellegrini melanjutkan: “Tentu saja, kami tahu keluarganya memiliki ikatan dengan klub ini. Tidak mudah baginya untuk memulai debut Premier League, tetapi aku berpikir bahwa sejak pertama kali aku berbicara dengannya, aku merasa dia sudah siap.

"Terutama sebelum pertandingan, dia sangat pendiam, tapi dia menunjukkan apa yang dia butuhkan selama 95 menit.

photo header via GiveMeSport

Komentar