960 600 moyes yey5765677 dejvid mojs ne zasluzhavahme tozi rezultat

Saatnya berbenah.

The Chosen One David Moyes hanya sepuluh bulan menjadi pelatih Manchester United setelah menggantikan Sir Alex Ferguson. Era tersebut adalah awal dari kemunduran Man United, meski kini para penggantinya sudah mulai menunjukkan adanya peningkatan performa. Lantas, apa saja kesalahan yang membuat Man United tak kunjung tampil stabil sejak era Moyes?

1. Tidak menunjuk Direktur Sepakbola.

van der sar 4767 7hhg7fljk9jmtq7nnvpeqs 650 80

Pengaruh Sir Alex Ferguson di Manchester United akan selalu sulit untuk digantikan. Bersama Moyes, Setan Merah harus menunjuk orang lain untuk menjalankan tugas manajerial sehari-hari, tetapi tak ada satupun yang berhasil menggantikan Fergie.

Ferguson terlibat dalam keputusan di boardroom, rekrutmen pemain dan staf, serta memastikan filosofi bermain yang jelas yang dijalankan dari level akademi hingga tim utama. Ini semua adalah peran seorang Direktur Sepak Bola modern dan United bisa saja bernasib jauh lebih baik di bawah Moyes - dan semua penggantinya - seandainya ada direktur yang ditunjuk sesaat setelah Ferguson pensiun pada 2013.

Belakangan, Man United semakin gencar dikabarkan akan merekrut Ralf Ragnick dari RB Leipzig hingga Edwin van der Sar, tetapi perburuan itu tidak segera mencapai titik temu. Sudah saatnya klub mengikuti perkembangan zaman.

2. Gagal mendapatkan potensi terbaik dari Paul Pogba.

pogba 6477gyrznu7amu7xpqbhk5pwly 650 80

Kembalinya si anak hilang Paul Pogba ke Man United pada tahun 2016 dimaksudkan untuk menjadi titik balik bagi United setelah tiga tahun menelan hasil buruk di bawah Moyes dan Louis Van Gaal. Pogba tiba dari Juventus, ketika Jose Mourinho menjabat sebagai pelatih, dengan rekor nilai transfer dunia saat itu sebesar 90 juta Poundsterling. Ia pun sudah dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik dunia pada usia 23 tahun.

Hampir tidak ada yang mengecewakan sejak itu. Pogba jelas merupakan bakat yang fenomenal, tetapi tak kunjung tampil konsisten bersama Man United. Penampilannya saat meraih gelar Piala Dunia 2018 untuk Prancis hanya menambah frustrasi para penggemar Setan Merah. Para pandit pun merasa geram menyaksikan penampilan Pogba di level klub setiap minggu.

Sampai saat ini, Pogba masih menjadi pemain Manchester United yang paling berbakat, dengan mencatatkan 31 gol dan 31 assist dalam 150 pertandingan. Namun, Pogba tampaknya ingin segera keluar dari Inggris dan sudah waktunya bagi United untuk memangkas kerugian mereka.

3. Kebijakan transfer yang berakhir bencana.

di maria 45747ur685m8bnfgqfsfu7ht9d8kfgk4 650 80

Tanpa Direktur Sepak Bola, nilai tawar Man United di bursa transfer sangat buruk. Penggemar United mungkin bertanya-tanya, apakah Ferguson memang memiliki daya tarik untuk mendatangkan nama-nama besar atau apakah Fergie memang mengerti betul cara untuk menemukan pemain yang sedang berada di level tertinggi.

Van Gaal dan Mourinho tidak punya alasan untuk menutupi keburukan ini, bahkan ketika Fergie merekrut pemain yang flop sesekali. Siapa yang bisa melupakan Djemba Djemba? Namun, bisa dilihat setidaknya ada beberapa metode yang lebih buruk dari Mou dan Van Gaal.

Empat dari sepuluh pembelian pemain Man United yang paling mahal adalah hasil pilihan Mourinho: Pogba, Romelu Lukaku, Fred, dan Nemanja Matic tiba dengan total biaya sebesar 252 juta Poundsterling selama dua jendela transfer. Tambahkan pula Alexis Sanchez, Victor Lindelof, dan Henrikh Mkhitarayan untuk 101 juta Poundsterling lainnya dan itu sudah cukup memberatkan Man United.

Sementara itu, Van Gaal mendatangkan Angel Di Maria, Morgan Schneiderlin, Memphis Depay, Matteo Darmian, dan Bastian Schweinsteiger dengan total biaya 158 juta Poundsterling. Bahkan, apakah ada yang berani mengatakan bahwa peminjaman Falcao merupakan langkah yang baik?

United tampaknya telah melakukan perubahan di bawah asuhan Ole Gunnar Solskjaer, meskipun keputusannya untuk membiarkan Lukaku pergi ke Inter musim panas lalu, dengan kerugian yang signifikan dan tanpa menemukan penggantinya terlebih dahulu, telah menghambat laju mereka musim ini.

4. Alexis Sanchez.

sanchez y767585 8v2lijfxubtbvyyzej7thc 650 80

Ini adalah malapetaka dari sebuah transfer yang dilakukan dengan tujuan tidak lebih hanya untuk menghentikan Man City mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sanchez telah tampil brilian di Arsenal. Ia mencetak 80 gol dalam 166 pertandingan untuk The Gunners dalam empat tahun kariernya yang sensasional.

Masalahnya adalah, United tidak membutuhkan Sanchez. Faktanya, sisi kiri penyerangan Man United, yang mana menjadi posisi favorit Sanchez di Arsenal, adalah satu-satunya posisi yang tidak perlu diisi lagi.

Sanchez tidak melakukan apa pun selain menghambat kemajuan Marcus Rashford dan Anthony Martial. Ketika Sanchez mengalami masalah inkonsistensi dan cedera, situasinya semakin jelas bahwa Sanchez tidak ingin berada di Man United lagi.

Pada akhirnya, Sancez dipinjamkan ke Inter Milan pada musim panas lalu, tetapi United masih terus membayar gajinya sebesar 300.000 Poundsterling per minggu. Sebuah cara yang anti mainstream untuk menghabiskan uang kas klub.

5. Tidak mendapatkan Jurgen Klopp.

klopp 7567yd fbsfhwbwsepwqjpb7jde8k 650 80

Van Gaal dan Mourinho memang meraih beberapa keberhasilan masing-masing. Jika digabungkan, Man United telah meraih sebuah gelar Piala FA, Piala Liga, dan Liga Europa dalam empat musim. Namun, secara keseluruhan mereka membawa beberapa pengaruh negatif dalam gaya kepelatihannya ketika berulang kali berselisih dengan para pemain dan media.

Semua bisa sangat berbeda jika Man United sanggup mendatangkan Jurgen Klopp. Kabarnya, Klopp sempat melakukan pertemuan dengan Ed Woodward. Ketika Moyes tak kunjung membayar kepercayaan Man United, Woodward terbang ke Jerman untuk mencoba membujuk Klopp untuk mengambil alih kursi kepelatihan United. Yang terjadi selanjutnya adalah, Man United malah melakukan promosi penjualan paling aneh bersama Nissin.

Dapat dipahami bahwa Klopp, dengan segala keunikannya, memilih untuk tetap di Dortmund. Dalam buku "Klopp: Bring the Noise", Klopp memberi tahu teman-temannya bahwa tawaran Woodward itu 'tidak menggiurkan'.

Liverpool sejak itu menjadi tim yang paling ditakuti di Eropa dengan mencapai dua final Liga Champions, memenangkan salah satunya, dan semakin dekat dengan gelar liga pertamanya dalam 30 tahun terakhir. Jangan lupa, Liverpool juga memainkan sepak bola menyerang yang paling menarik dalam sejarah.

foto-foto: FourFourTwo

Komentar