Simak lagunya di sini!

 

Terbentuk pada ujung tahun 2018 lalu, band asal Jatinangor, Walrush, meluncurkan single perdananya yang berjudul "Proletar."

“Lagu ini berpesan tentang keluh kesah masyarakat ‘proletar’, seperti judulnya. Mereka yang kerap mendapatkan tindakan semena-mena dari penguasa dalam artian yang luas. Bisa berlaku untuk pemerintah, kaum borjuis, atau aparat. Intinya segala bentuk penindasan yang dilakukan oleh beragam penguasa. Biar pendengar sendiri yang menginterpretasikan bentuk penindasan dan penindasnya,” ungkap Damasara, sang bassist.

Pada bagian artwork single Proletar kali ini Walrush bekerjasama dengan desainer asal kota Depok yaitu fyzagon atau yang akrab di sapa Gon. Lewat karya tersebut, Gon menggambarkan "dua tangan" yang melambangkan orang-orang yang menindas sementara "rubik"  dimaksudkan sebagai orang orang yang tertindas tapi mereka tetap melakukan perlawanan dengan sulitnya tangan tersebut.

Walrush adalah band rock alternatif yang diperkuat oleh Rinaldo Amrius (vokal dan gitar), Karl Mahaputra (gitar), Damasara Rinu (bass), dan Adzhim Putra Perdana (drum).

Berawal dari kejenuhan kegiatan kuliah, Rinaldo sangat mencintai beatles bertemu dengan Damasara yang sangat mencintai skena seattle sound. Keduanya diperkuat Karl yang sangat mempunyai ter-influence terhadap musik Heavy Metal hingga Stonner Rock dan dilengkapi dengan Adhzim.

Dengan latar belakang musik yang berbeda-beda, Walrush siap mengusung tahun 2019 ini dengan sejumlah materi baru dengan "Proletar" sebagai menu pembuka.

Komentar