foto_3.jpg

Sebuah single dan video klip yang sarat akan makna kritis. 

Satu lagi talenta muda lahir dari rahim gembong disko Reyogland Hip-Hop Ponorogo! Adalah Youssef Gany atau yang lebih akrab disapa GAN kembali menelurkan video musik untuk single terbarunya yang berjudul “Guel” pada Selasa (21/05). MV ini dirilis bertepatan dengan peringatan 21 tahun runtuhnya hegemoni kekuasaan Orde Baru oleh gerakan Reformasi. Adapun terkait single terbarunya tersebut, rapper belia yang belum genap berusia 17 tahun ini mengaku terinspirasi dari kisah yang melekat di balik Tari Guel, salah satu tarian tradisional yang berasal dari Aceh. Tari yang berkaitan erat dengan folklore ‘Sengeda dan Bener Meria’ ini menurutnya memuat pesan moral yang begitu krusial.

Singkat kisah, mimpi Sengeda membawanya pada sebuah pertemuan dengan seekor gajah putih, yang konon adalah jelmaan Bener Meria, untuk menggiringnya ke Istana Sultan Aceh sebagai persembahan bagi Putri Sultan yang tengah mengidamkannya. Namun, gajah putih tersebut tidak bisa digiring dengan cara kasar, lantas Sengeda berinisiatif untuk menari di depannya, sehingga gajah putih itupun akhirnya bersedia ikut dengannya.

“Terselip makna bahwa tak perlu mewujudkan kehendak dengan kegaduhan, yang di dalamnya penuh unsur paksaan. Sebaliknya, yang dibutuhkan adalah dialog yang baik, sabar, lembut, dan bersahaja. Sudah terlalu sering kita mencoba memaksa kehendak pada orang atau pihak lain. Hidup bukan melulu perkara kalah-menang," sahut GAN berapi-api.

Dari kisah itu, Gan tergugah untuk menyuarakan suara dan buah pikirannya dalam single terbarunya kali ini. Gan mencoba mengemas pesan moral yang terkandung dalam asal-usul Tari Guel tersebut dan berusaha membenturkannya dengan topik harian yang akan terus relevan untuk diperbincangkan. “Di masa sekarang, banyak orang berlomba mengajak pada ‘kebaikan’ namun cara yang ditempuh adalah dengan kekerasan," imbuh GAN. 

Komentar