hegemonyofgod prahara

Gambarkan kegaduhan di berbagai belahan dunia.

Tahun 2019 bisa dibilang tahun yang berat nih buat unit metal asal Cianjur, Hegemony of God. Pasalnya kurang lebih 7 tahun bersama, Lucky (gitar), Rey Prayoga (gitar), Bintang (bass), dan Ilham (drum) dengan kehilangan Hood Yudistira (vokal), yang resmi mengundurkan diri.

Tapi, semangat Hegemony of God untuk mempertahankan band yang dibentuk tahun 2011 ini cukup tinggi. Terbukti, mereka kini melepas video musik “Prahara” yang merupakan single perdana di album perdana mereka.

Dirilisnya video musik “Prahara” juga bisa dibilang sebagai bentuk apresiasi tinggi para personil Hegemony of God untuk Hood Yudistira. Soalnya nih, Hegemony of God masih melibatkan Hood.

Dalam penggarapannya, Hegemony of God mengajak kerjasama sutradara Yoga Antariksa dari Finch Studio. Yoga mencoba memasukkan berbagai kejadian tentang kegaduhan yang tak kunjung usai di berbagai belahan dunia. Terlihat juga para personil Hegemony of God yang bermain di area sebuah pabrik.

“Video klip ‘Prahara’ adalah  video terakhir kami bersama Hood. Mengambil konsep gambaran tentang kegaduhan yang tak kunjung usai di setiap belahan dunia. Lirik dari video tersebut mungkin lirik terakhir yang dibuat Hood Yudistira untuk dunia musik yang telah diatinggalkan,” tulis Hegemony of God.

Sedikit informasi aja nih, video musik “Prahara” sebenarnya telah dibuat sejak tahun 2017 lalu. Namun karena beberapa kendala, akhirnya Hegemony of God baru bisa memperkenalkan ke publik pada awal July 2019.

Kayak apa lagu dan video musik? Langsung aja simak di bawah ini:

Komentar