profile_pic_2019.JPG

Penyesalan emang selalu dateng belakangan, gengs. 

Penyesalan terberat bisa datang dari mana saja, termasuk kegagalan menepati janji pada seseorang yang begitu kita cintai. Nicolas Mora menarasikan perasaan tersebut lewat tembang debutnya “Unspoken Letter”. Penyanyi dan penulis lagu country-folk inisebelumnya telah melepas lagu ini dalam versi live di tahun 2018. Kini versi terbaru dengan aransemen yang lebih penuh dan megah dihadirkan lewat ruang dengar digital mulai tanggal 2 Agustus 2019. Nico, begitu musisi ini akrab disapa, mengisahkan bahwa lirik yang ia tulis di lagu ini terinspirasi pengamatannya terhadap lingkungan sekitar. “Lagu ini diandaikan seperti gumaman dan ungkapan perasaan nelangsa dari seorang suami yang belum mampu menepati janjinya untuk istrinya selama mereka menikah. Bagaimana perasaan bersalah itu menjadi momok bagi seseorang. Bagaimana pahitnya menjalani hidup dengan rasa bersalah itu,” ungkapnya.

artwrok_by_rekma_arum.JPEG

Butuh waktu yang tidak singkat bagi Nicolas Mora untuk mewujudkan visinya dalam menggubah lagu ini menjadi seperti yang kita nikmati sekarang. Dibuat di tahun 2017, Nico dengan keterbatasannya dalam memainkan instrumen musik belum mampu menyulap lagu ini seperti yang ada di bayangannya. Baru pada kesempatan berikutnya, ia bertemu musisi lain yakni Angga (Cello) dan Aji Prasetyo (Biola) yang mengonversikan aransemen tersebut secara utuh dalam sesi rekaman yang memakan waktu 1 bulan. “Unspoken Letter” yang bertempo lambat, semakin terdengar melankolis dengan iringan gitar akustik, tamborin, serta string section yang menyayat hati. Ia mengaku banyak terinspirasi oleh musik dari Sigur Ros, Daughter, hingga Caspian dalam mengomposisikan lagu berdurasi 6 menit 24 detik tersebut. Bambang Iswanto dari Nero Studio dipercaya untuk memproduseri single ini sekaligus melakukan mixing dan mastering.

“Unspoken Letter” akan menjadi salah satu nomor di album debut Nicolas Mora yang rencananya akan dirilis dalam waktu dekat. Namun, sebelum itu, pria berkacamata ini akan melepas satu tembang lain yang akan digubah menjadi sebuah serial web oleh seorang sineas. Nicolas Mora yang pernah melaksanakan tur ke Bali beberapa waktu lalu ini optimis karyakaryanya akan dapat dinikmati para pendengar. Di bawah manajemen tim yang tepat, ia pun merasa sangat terbantu dalam melahirkan karya-karya musik terbaiknya. Ia mendedikasikan “Unspoken Letter” untuk orang-orang Malang yang ceritanya menginspirasi Nico. Maupun orang-orang di kota lain yang mungkin bisa merasakan tiap kata, rima, dan nada yang ia balut lewat musiknya.

Komentar