thumb tono prance 2019

Berdistorsi, down tempo, dan monoton.

Kenalin nih unit stoner rock bernama Tono Prance. Dibentuk sejak 2017, band yang beranggotakan Novaldi (vokal, keyboard), Iqbal (gitar), Wajidi (bass), Iwan (gitar) dan Guruh (drum)   baru aja melepas single perdana mereka berjudul “Pendosa”.

Lagu yang menceritakan tentang keresahan manusia akan dosa-dosa ini banyak terpengaruh oleh band-band seperti The Slave, Sigmun, Wolfmother, Black Sabbath, hingga Pink Floyd. Berdurasi kurang lebih 6 menit, lagu “Pendosa” bisa dibilang terlalu monoton.

Intro lagu yang menghabiskan durasi kurang lebih 1 menit 20 detik ini seakan ingin mengajak para pendengar musik rock bersiap untuk headbanging. Lewat single perdananya ini, Tono Prance menawarkan tempo yang mengayun.

Menurut para personil Tono Prance, melalui single “Pendosa”, mereka ingin para penikmat musik keras bisa menafsirkan lirik lagu dengan cara sendiri-sendiri.

“Single ini bercerita tentang keresahan manusia akan nikmatnya dosa-dosa yang dimiliki oleh manusia. Konsep awal lirik, bisa diinterprestasikan bagaimana seseorang merasakan dosa dalam kehidupan duniawinya serta ada pengartian ambigu tersendiri. Kami mempersilahkan pendengar untuk menafsirkan lirik dari lagu ‘Pendosa’ ini,” tulis Tono Prance melalui surat elektronik.

Lirik lagu “Pendosa” sendiri ditulis oleh Wajidin (bass). Rencananya dalam waktu dekat, mereka akan merilis mini album yang berisikan 4 lagu bernuansa heavy metal.   Sedikit informasi aja nih, Tono Prance dibentuk oleh Noval, Iwan dan Wajidin sejak mereka duduk di bangku Sekolah Menengah. Memasuki perguruan tinggi, Noval pun mengajak Guruh untuk mengisi posisi drum dan Iqbal di posisi gitar.

Single “Pendosa” kini sudah bisa didengarkan di berbagai platform musik digital kesayangan kalian.

 

(Foto: dok. Tono Prance)

Komentar